TribunJateng/

Pilgub Jateng

Ketua PWNU Jateng: Silakan Kampanye Calon Tapi Jangan Bawa Lambang NU

Penggunaan lambang NU itu dilarang keras, NU tidak pada tempatnya sebagai politik praktis. Kampanye boleh tapi jangan bawa-bawa lambang NU

Ketua PWNU Jateng: Silakan Kampanye Calon Tapi Jangan Bawa Lambang NU
M Nur Huda
Ketua PWNU Jateng Prof H Abu Hapsin, di kantor PWNU Jateng Jl Dr Cipto Semarang, Rabu (10/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Adanya dua bakal calon wakil gubernur yang berasal dari kalangan Nahdlatul Ulama (NU), menurut Ketua Tanfidziyah PWNU Jateng Prof H Abu Hapsin, adalah berkah tersendiri. Akan tetapi, ia melarang keras menggunakan lambang NU untuk kepentingan politik.

"Penggunaan lambang NU itu dilarang keras, NU tidak pada tempatnya sebagai politik praktis. Kampanye boleh tapi jangan bawa-bawa lambang NU," katanya, Rabu (10/1/2018).

Ia mengakui, bahwa potensi pemilih NU di Jateng memang sangat besar. Jika dilihat dari jumlah kursi di DPRD Jateng saja, ada 35 orang NU yang berasal dari PKB, PPP, Golkar, Nasdem, dan Demokrat. Itupun belum termasuk warga NU yang tak terdeteksi keterwakilan politiknya di legislatif.

"Jadi sekitar sepertiga lebih warga pemilih dari NU di Jateng, jadi cukup menentukan juga," katanya.

Ia menegaskan, bahwa perbedaan pilihan dalam politik sudah hal biasa. Yang tidak ia kehendaki adalah adanya konflik. Namun demikian, ia menilai selama ini orang NU sudah cukup dewasa dalam menghadapi perbedaan.

"Sebab siapapun yang jadi pilihan ya orang NU, akan dapat orang NU pula. Biarkan saja itu jadi pilihan warga NU, saya kira warga NU sudah sangat cerdas," katanya.

Terhadap struktural pengurus NU mulai tingkat wilayah Jateng, Kabupaten/kota, kecamatan, hingga kelurahan/desa/ranting, yang ingin menjadi tim sukses calon, agar menempatkan persoalan ini secara proporsional.

"Jangan membuat NU menjadi pecah. Dan itu sudah kita sampaikan ke seluruh Cabang (kabupaten/kota) se Jateng," tegasnya.

Ia menambahkan, bahwa adanya dua pilihan calon dari kalangan NU, satu sisi menjadi rahmat akan tetapi di satu sisi akan menjadi laknat, maka harus bersikap dewasa agar NU tetap utuh.

"Silakan jadi tim kampanye siapapun, asalkan bisa mengatur diri jangan sampai membuat NU jadi pecah dan berantakan gara-gara itu," tuturnya. (*)

Penulis: m nur huda
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help