TribunJateng/

Polres Wonosobo Razia Pemakai Tabung Gas 3 kg di Warung Beromzet Besar

Polres Wonosobo melakukan sosialisasi larangan penggunaan tabung elpiji 3 kg untuk kalangan menengah ke atas

Polres Wonosobo Razia Pemakai Tabung Gas 3 kg di Warung Beromzet Besar
Humas Polres Wonosobo
Polres wonosobo sidak warung makan pakai tabung gas 3 kg. (ist) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, WONOSOBO - Polres Wonosobo melakukan sosialisasi larangan penggunaan tabung elpiji 3 kg untuk kalangan menengah ke atas dan rumah makan industri kepada pengguna tabung gas 3 kg di Wonosobo.

Ini sesuai UU Migas nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, serta peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang penyedia dan pedistribusian LPG.

Polres Wonosobo dan Polsek jajaran serentak memgecek rumah makan, perhotelan serta peternakan ayam di wilayah Kabupaten Wonosobo yang terindikasi masih memakai tabung gas 3 kg.

Tak hanya rumah makan di seputaran kota, beberapa warung makan di wilayah perbatasan, Kecamatan Wadaslintang juga menjadi sasaran pengecekan, Selasa (9/1).

Dalam pengecekan tersebut, ternyata masih ditemukan beberapa rumah makan dan kandang ayam di Wadaslintang yang masih menggunakan tabung gas bersubsidi, bahkan dalam jumlah sangat banyak.

Di wilayah kota, polisi menemukan rumah makan yang masih menggunakan gas 3 kg. Namun saat ditegur, pemilik bersedia mengganti penggunaan tabung 3 kg menjadi 12 kg.

Pengecekan yang dilanjutkan hingga hari ini, Rabu (10/1) ternyata masih menemukan satu rumah makan yang menggunakan tabung 3 kg. Kasat reskrim, AKP Edy Istanto, menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pengecekan, serta jika perlu menindak kalangan menegah atas dan rumah makan yang masih gunakan tabung gas bersubsidi.

“Rumah makan dengan omset Rp 50 juta atau lebih setiap bulan harus menggunakan tabung gas 5 atau 12 kg, karena tabung gas 3 kg hanya untuk kalangan menengah ke bawah,” jelas Kasat Reskrim, Rabu (10/1)

Adapun penindakan kepada pengguna tabung gas 3 kg, akan dikoordinasikan dengan dinas yang menangani hal tersebut. Kepolisian hanya bergerak untuk melakukan pengecekan dan sosialisasi hingga tanggal 5 Februari mendatang.

Setelah tenggang waktu yang diberikan habis, baru akan diadakan penyitaan dan pemusnahan dari instansi yang berwenang.

“Segera ganti dengan tabung gas 5 atau 12 kg. Ingat, tabung gas melon 3kg hanya diperuntukan kalangan menengah ke bawah,” katanya. (*)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help