TribunJateng/

Wali Kota Hendi Ingin Proyek dengan Anggaran Besar Dikerjakan Awal Tahun

Dari seluruh pekerjaan infrastruktur yang dilaksanakan di 2017, terdapat lima proyek yang tidak selesai tepat waktu.

Wali Kota Hendi Ingin Proyek dengan Anggaran Besar Dikerjakan Awal Tahun
ISTIMEWA
Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi menyerahkan DPA kepada pimpinan OPD Kota Semarang 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, telah melakukan penandatanganan pakta integritas dan penyerahan dokumen pelaksanaan anggaran (DPA) murni 2018 kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Semarang, Rabu (10/1/2018).

Penyerahan DPA murni 2018 di awal tahun ini lebih cepat dibanding tahun lalu meski hanya terpaut beberapa hari saja. Dengan demikian, diharapkan pelaksanaan anggaran khususnya yang berkaitan pelaksaan proyek pembangunan bisa dijalankan lebih awal.

"Kegiatan lelang misalnya, yang nilai kontraknya besar-besar tidak segera dilakukan di awal tahun. Sehingga yang terjadi proyek pembangunan tidak selesai. Saya tidak ingin budaya ngulur-ulur pekerjaan masih dilakukan di tahun ini," kata Hendi, sapaannya.

Pada tahun ini, APBD Kota Semarang naik menjadi Rp 5,17 triliun dibanding 2017 lalu yang tercatat Rp 4,75 triliun. Menurut Hendi, kenaikan anggaran ini juga harus diimbangi dengan gerak cepat dalam pelaksanaan pekerjaan dan penyerapan anggaran.

Sebagai pembanding, Pemkot Semarang hanya menyerap 92 persen dari total anggaran 2017 untuk merealisasikan proyek yang jumlahnya mencapai 3.323 pekerjaan.

Dari seluruh pekerjaan infrastruktur yang dilaksanakan di 2017, terdapat lima proyek yang tidak selesai tepat waktu. Yaitu dua proyek pembangunan jalan di Dinas Pekerjaan Umum (DPU), dua proyek pembangunan pasar di Dinas Perdagangan dan satu proyek pengerjaan taman di Dinas Perumahan dan Pemukiman (Perkim).

"Segera setelah menerima DPA ini, lakukan koordinasi internal dengan bawahan dalam rangka percepatan program-program kegiatan yang sudah
direncanakan. Lakukan perencanaan dengan matang, kegiatan yang belum dilelangkan untuk segera dilelangkan," perintahnya.

Hendi juga meminta OPD untuk melakukan evaluasi kegiatan atau proyek setiap satu bulan sekali. Hal itu guna
memastikan program berjalan dengan baik dan juga mengetahui kendala di lapangan untuk segera dicari solusinya.

"Bila mampu katakan mampu, bila tidak bisa katakan tidak bisa. Jangan di depan bilang siap, namun setelah itu nol besar alias tidak ada tindakan apa-apa," ucapnya.

Meski demikian, lanjutnya, selama 2017 telah dilalui dengan catatan yang baik. Indikatornya, dilihat dari raihan puluhan penghargaan baik tingkat Provinsi maupun Nasional.

Hendi ingin capaian positif di tahun 2017 lalu menjadi motivasi buat seluruh OPD untuk dapat mempertahankan dan meningkatkan performa kinerja di 2018 ini.

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help