TribunJateng/

Wali Kota Semarang Ingin Ubah Pandangan RS Pemerintah Tidak Kalah dari Swasta

Pemerintah Kota Semarang berkomitmen membenahi sarana pendidikan dan kesehatan yang ada di Kota Semarang

Wali Kota Semarang Ingin Ubah Pandangan RS Pemerintah Tidak Kalah dari Swasta
ISTIMEWA
Instalasi Bedah Sentral RSUD KRMT WOngsonegoro 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pemerintah Kota Semarang berkomitmen membenahi sarana pendidikan dan kesehatan yang ada di Kota Semarang.

Dua sektor tersebut dianggap penting jika daerah ingin melakukan percepatan pembangunan.

"Dua hal itu merupakan hal paling fundamental untuk dibenahi dalam hal percepatan pembangunan," kata Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, Rabu (10/1/2018).

Hal itu disampaikan Wali Kota yang akrab disapa Hendi itu usai melihat instalasi bedah sentral (IBS) Terpadu ICU pada RSUD KRMT Wongsonegoro yang dibangun dengan dilengkapi fasilitas Magnetic Reinance Imaging (MRI).

Dalam hal pembenahan, Hendi menginginkan pihak RS tidak tanggung-tanggung dalam melakukan pengadaan alat kesehatan yang canggih. Sehingga RS pemerintah harus lebih maju dan lebih baik dibanding RS swasta.

"Pengembangan RSUD ini bagian dari upaya kami untuk memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi warga Kota Semarang. Selain melalui program-program kesehatan seperti Universe Healty Coverage (UHC) dan pengembangan Puskesmas-Puskesmas," jelasnya.

Baca: Instalasi Bedah Sentral RSUD Wongsonegoro Semarang Selesai Dibangun, Bisa Operasi Batu Ginjal

Dikatakannya, Pemkot Semarang menggelontor anggaran yang besar untuk RSUD KRMT Wongsonegoro tiap tahunnya. Pada 2017 lalu, Pemkot Semarang telah menggelontor anggaran hingga Rp 83 miliar.

"Setidaknya ada dua kegiatan besar dengan total Rp 83 miliar. Di antaranya gedung IBS ICU yang dilengkapi alat MRI. Belum termasuk pengadaan-pengadaan fasilitas alat kesehatan dan lainnya," ucapnya.

Semua program kesehatan dan pengembangan tersebut dimaksudkan agar warga Kota Semarang mendapatkan pelayanan kesehatan yang sempurna dengan harga yang tidak mahal bahkan gratis melalui program UHC bagi pasien kelas tiga.

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help