Home »

Video

DETIK-DETIK Tanah Longsor Putuskan Jalan dan Mengisolasi Permukiman Terekam Video

DETIK-DETIK Tanah Longsor Putuskan Jalan dan Mengisolasi Permukiman Terekam Video. Lokasi di Banjarnegara (10/1/2018)

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Mengerikan. Semula warga melihat detik-detik tanah bergerak dan kemudian pelan-pelan melorot ke arah bawah.

Namun kemudian tanah bergerak itu meluas dan longsoran menjadi dahsyat.

Warga yang semula melihat kejadian itu pun panik dan khawatir longsoran membesar itu menerjang rumah-rumah di permukiman mereka di Dusun Pramen Desa Bantar Kecamatan Wanayasa Kabupaten Banjarnegara.

Hingga kini, Kamis (11/1/2018) tanah masih terus terjadi dan makin luas menerjang lahan perkebunan warga dan mengarah ke permukiman.

Kini akses jalan kabupaten dari Desa Bantar menuju Suwidak Wanayasa putus total karena ambles hilang tergerus longsor.

Akibatnya, penduduk dusun Sikenong Desa Bantar serta warga satu desa di Desa Suwidak harus terisolasi dari dunia luar.

Kondisi ini begitu mencemaskan, terutama bagi 23 ibu hamil di Desa Suwidak yang setiap waktu butuh akses menuju fasilitas kesehatan di luar desa. Tiga ibu di antaranya bahkan akan melahirkan dalam hitungan hari.

"Nasib ibu hamil, lansia maupun warga yang sakit ini memprihatinkan. Karena bingung begaimana membawa mereka keluar desa," kata Kepala Desa Suwidak Arif Santosa, Kamis (11/1)

Tak pernah terbayangkan oleh Sri Devi (27), ibu hamil dari Desa Suwidak, jika proses persalinannya bakal diuji dengan kondisi begini.

Bukan hanya rasa sakit yang tak tertahankan untuk menjalani persalilnan ditambah lagi ancaman longsor begitu dekat membuat ketakutannya berlipat.

Tiada akses bagi kendaraan yang bisa mengangkutnya menuju Puskesmas karena jalan putus. Sementara jabang bayi dalam perutnya sesuai prediksi suah akan lahir, Rabu (10/1).

Akses satu-satunya agar ia bisa keluar ke desa adalah melalui jalan setapak di hutan nan terjal sejauh 3 kilometer.

Warga bersama tim SAR gabungan akhirnya membuatkan kendaraan alternatif bagi wanita itu agar bisa menaklukkan medan hutan.

Devi ditandu oleh enam orang anggota SAR dan warga melalui jalur hutan. Ibu hamil itu harus berselimut jas hujan untuk melindungi diri dari guyuran air hujan. Ia diarak sekitar 20 orang.

Mereka secara bergantian memikul tandu yang dinaiki ibu hamil tersebut. Beberapa petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Wanayasa turut menyertai proses evakuasi tersebut.

Setelah menempuh perjalanan sekira 1,5 jam, rombongan tandu ibu hamil itu akhirnya berhasil sampai di Desa Bantar. Devi diistirahatkan sejenak di rumah warga yang aman sebelum dijemput mobil ambulans menuju Puskesmas Wanayasa. Kisah selengkapnya silakan baca koran tribun jateng. (Tribun Jateng/Khoirul Muzakki)

Penulis: khoirul muzaki
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help