Kenaikan Harga Beras di Kendal Tembus 60 Ribu Per Sak

Harga beras yang melambung tinggi di berbagai daerah di jawa tengah selama beberapa pekan terakhir

Kenaikan Harga Beras di Kendal Tembus 60 Ribu Per Sak
Dhian Adi Putranto

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Asmiati, Seorang warga Kendal mengurungkan niatnya untuk membeli beras. Harga beras yang melambung tinggi di berbagai daerah di jawa tengah selama beberapa pekan terakhir membuatnya harus menunda pembelian bahan pokok itu.

"Saya bisaanya beli beras C4 super, harganya dulu 250 ribu per sak, sekarang tembus 305 ribu," terangnya saat ditemui Tribun Jateng, Kamis (11/1)

Ia yang berniat membeli dalam jumlah banyak untuk kebutuhan bulanan pun menjadi batal. Ia mengatakan harga yang naik sangat tinggin akan memberatkan konsumen seperti dirinya.

"Ini buat dimakan sendiri, tapi berhubung mahal sekali menjadi batal membeli," ujarnya

Senada juga diungkapkan oleh Ambarwati. Pedagang toko kelontong ini terpaksa membeli beras dalam eceran. Dia juga mengurangi stok beras yang ia jual karena dampak kenaikan harga beras di Kendal.

"Biasanya saya beli beras Bramo dan IR 64. Biasanya beli beras IR64 harganya Rp. 10.000, sekarang sudah mencapai Rp, 12.500. Sedangkan Bramonya sendiri saat ini mencapai Rp.13.000," ujarnya.

Ia mengaku kebingungan dalam memberikan harga beras yang ia jual. Pasalnya dari agennya sudah tinggi harganya.

Nurul Pedagang beras pasar Kendal, mengatakan tiap minggunya harga beras mengalami kenaikan. Ia berharap pemerintah segera turun tangan.

" Rata-rata kenaikan berasnya berkisar dari Rp 2000 hingga Rp 3000, bersaknya Rp. 50.000 hingga Rp.60.000. Contohnya C4 super, awalnya Rp 245.000 persak, sekarang Rp. 305.000," ujarnya.

Pedagang lainnya Milatul mengatakan hal senada. Meski mengalami kenaikan, namun tidak membuat kiosnya sepi.

Namun dirinya sempat mendapatkan marah dari pelanggannya.

"Kenaikan dimulai dari bulan September 2017. Dan saat ini sudah terus melambung naik," terangnya.

Bahkan ia mengatakan beberapa stok berasnya juga menipis. Sudah beberapa pekan ia tidak mendapat kiriman beras jenis Mentik dan Bramo.

"Katanya dari distributor hal itu dikarena tidak ada gabah sehingga stok beras kosong," katanya. (*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help