TribunJateng/

Ketua DPRD Kota Semarang Soroti Banyak Bus Tak Laik Jalan Masih Beroperasi

Supriyadi, Dishub Kota Semarang untuk tegas menindak angkutan umum yang sudah tidak laik jalan karena rusak atau uzur

Ketua DPRD Kota Semarang Soroti Banyak Bus Tak Laik Jalan Masih Beroperasi
tribunjateng/galih permadi
Dishub Kota Semarang dan Badan Layanan Umum (BLU) Trans Semarang menggelar inspeksi mendadak (sidak) uji emisi Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang koridor I-V, di Jalan Pemuda, Jumat (16/6/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ketua DPRD Kota Semarang, Supriyadi, meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang untuk tegas menindak angkutan umum yang sudah tidak laik jalan karena rusak atau uzur.

Menurut Supriyadi, saat ini banyak ditemukan kendaraan angkutan umum berupa bus baik milik swasta maupun pemerintah yaitu bus rapid transit (BRT) yang bisa dikatakan tidak laik jalan.

Indikasinya fisik bus sudah usang atau pembuangan gas emisi yang berlebih.

"Perda (Peraturan Daerah--red) mengenai transportasi umum di Kota Semarang harus ditegakkan. Dishub harus tegas, bus tidak layak jalan disita dan tidak boleh beroperasi," kata Supriyadi, Kamis (11/1/2018).

Menurutnya, angkutan umum setiap hai dimanfatkan warga Kota Semarang untuk bepergian jarak jauh.

Jika kondisinya rusak dan tidak laik jalan, maka tidak mampu memberikan pelayanan yang aman dan nyaman kepada penumpang.

"Dan pastinya kondisi bus justru yang sudah usang, usianya sudah lanjut, itu justru membahayakan keselamatan penumpang," jelasnya.

Berdasarkan Perda, setiap angkutan umum maksimal beroperasi 12 tahun selebihnya harus dikandangkan dan tidak boleh beroperasi lagi.

Sedangkan angkutan kota (angkot) berusia delapan tahun.

Namun kenyataannya, masih banyak ditemukan angkutan umum yang beroperasi melebihi batas usianya.

Sehingga hal tersebut menjadikan keprihatinan kalangan DPRD Kota Semarang.

"Saya masih banyak melihat bus yang non BLU (Badan Layanan Umum) kondisinya mirip bus prakarya. Asal jalan, asal dapat penumpang. Namanya keselamatan, keamanan dan kenyamanan tidak pernah didapat oleh konsumen," paparnya.

Penulis: m zaenal arifin
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help