TribunJateng/

Bantuan Alat Pertanian dari Pemerintah Mangkrak, Petani di Kudus Memilih Cara Manual Karena Hal Ini

"Daripada rugi, karena padinya banyak yang berserakan. Akhirnya petani lebih memilih cara manual," katanya.

Bantuan Alat Pertanian dari Pemerintah Mangkrak, Petani di Kudus Memilih Cara Manual Karena Hal Ini
TRIBUN JATENG/RIFQI GOZALI
Alat pertanian yang tersimpan di gudang pertanian Desa Wates, Undaan, Kudus, Jumat (12/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Rifqi Gozali

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS – Puluhan alat pertanian berupa transplanter (mesin tanam padi) combine harvester (mesin panen padi) di Kecamatan Undaan, Kudus, mangkrak.

Hal itu disebabkan alat tersebut tidak sesuai dengan kondisi lahan pertanian yang ada.

Alat tersebut selama ini tersimpan di dalam gudang pertanian Desa Wates, Kecamatan Undaan.

Nur Rahmad, Sekretaris Kelompok Tani Tegong Mulyo Desa Wates mengatakan, alat tersebut merupakan bantuan dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian yang bersumber dari APBN 2016.

Dia mengatakan, alat tersebut tidak sesuai dengan kebutuhan petani.

"Ukurannya lebih kecil. Harusnya seri yang diberikan untuk petani di sini yaitu yang seri 35, 70, ataupun seri 80. Sementara alat pertanian yang kami terima seri 10. Kalau dibuat panen, banyak petrani yang rugi karena banyak padi yang terbuang," katanya, Jumat (12/1/2018).

Baca: BEJAT! Pria di Blora Ini Cabuli Anak di Bawah Umur dengan Modus Tes Keperawanan

Keberadaan alat tersebut akhirnya mangkrak. Hanya tersimpan di dalam gudang. Sementara petani selam ini lebih memilih menanam dan memanen dengan cara manual.

"Daripada rugi, karena padinya banyak yang berserakan. Akhirnya petani lebih memilih cara manual," katanya.

Halaman
12
Penulis: Rifqi Gozali
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help