Harga Beras Turun Sampai Rp 800 per Kilogram Usai Bulog Lakukan Operasi Pasar

Dalam waktu 12 hari, Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah telah menyalurkan hingga 17.200 ribu ton sejak awal Januari 2018

Harga Beras Turun Sampai Rp 800 per Kilogram Usai Bulog Lakukan Operasi Pasar
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Kepala Perum Bulog Subdivre Semarang, Gatot Endro Waluyo, Kepala Perum Bulog Divre Jateng, Djoni Nur Ashariā€ˇ, dan Kanit II Subdit I Indagsi Ditreskrimsus Polda Jateng, di Gudang Bulog Mangkang Kulon, Selasa (9/1/2017). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dalam waktu 12 hari, Perum Bulog Divisi Regional Jawa Tengah telah menyalurkan hingga 17.200 ribu ton sejak awal Januari 2018

Kepala Perum Bulog Divre Jateng, Djoni Nur Ashari‎ mengatakan, penyaluran beras tersebut merupakan bagian dari operasi pasar karena melihat situasi harga bera‎s yang mengalami kenaikan.

"Sejak akhir tahun harga beras sudah mengalami kenaikan, dan ternyata berlanjut sampai bulan Januari 2018," jelas dia, Jumat (12/1/2017).

Dia mengatakan, pihaknya menargetkan dari penyaluran beras itu bisa menahan supaya harga tidak terus naik.

"Penyaluran terus kami lakukan secara bertahap dan Kota Semarang mendapatkan alokasi paling besar sekitar 40 persen," ujar dia.

Dia mengaku, akan terus menyuplai beras tersebut ke sejumlah pasar selama harga masih tinggi.

"Kami sudah menyalurkan sekitr 17.200 ton atau sebesar 58,29 persen dari target bulan Januari ini sebanyak 30 ribu ton," kata dia.

Dia menjelaskan, telah bekerjasama dengan 75 pedagang pasar di 15 pasar pencatatan inflasi di Jawa Tengah.

Namun pihaknya juga bekerjasama dengang pedagang yang berada di luar pasar tradisional tersebut.

"Fokus ke pencatatan inflasi karena itu menjdi indikator naik turunnya harga. Totalnya mencapai 228 pedagang termasuk yang di luar pencatatan," jelas dia.

Dari hasil operasi pasar itu, perkembangannya Pasar Karangayu telah mengalami penurunan hingga Rp 500 sampai Rp 800 per kilogram.

"Beberapa pasar sudah mengalami penurunan, meski beberapa pasar lainnya tetap stagnan tinggi," ujar dia.

Penulis: raka f pujangga
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help