Para Warga Ini Sudah Puluhan Tahun Bergelut dengan Lumpur Danau Rawapening

Tanah gambut tersebut sedianya akan dibawa ke Malang atau Probolinggo, kadang juga terdapat pesanan dari daerah Dieng.

Para Warga Ini Sudah Puluhan Tahun Bergelut dengan Lumpur Danau Rawapening
TRIBUN JATENG/AMANDA RIZQYANA
Purwanto dan tiga rekannya menyekop tanah gambut ke dalam bak truk pada Jumat (12/1/2018) siang. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Amanda Rizqyana

TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN- Purwanto dan tiga rekannya tengah menyekop gundukan tanah hitam guna dinaikkan ke bak truk.

Mereka telah bekerja sejak Jumat (12/1/2018) pukul 07.00, ketiganya masih menyelesaikan tugas memenuhi bak truk.

Mereka hampir lebih dari tiga puluh tahun berprofesi sebagai penyekop tanah gambut.

Tanah gambut tersebut sedianya akan dibawa ke Malang atau Probolinggo, kadang juga terdapat pesanan dari daerah Dieng.

Tanah Gambut digunakan untuk budidaya jamur tongkol.

Namun sebagian orang menggunakan juga tanah gambut guna campuran tanah tanaman hias, seperti yang banyak diusahakan di Kecamatan Bandungan.

Harga per kibik tanah gambut tersebut ialah Rp 80.000. Sementara satu buah truk gandeng mampu mengangkut hingga 35 kibik tanah gambut.

Tanah gambut tersebut diambil dari dasar Danau Rawa Pening. Mereka terbagi dalam dua tim.

Baca: Jalan di Depan Pasar Projo Ambarawa Sering Macet, Pos Polisi Jadi Gudang

Halaman
12
Penulis: amanda rizqyana
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help