Pedagang Besar Siap Serap Bawang Merah Bantu Petani, Namun Mereka Khawatir Ini

Harga bawang merah di tingkat petani masih dalam angka tragis, yakni di titik terendah hingga mencapai Rp 4.000 perkilogram.

Pedagang Besar Siap Serap Bawang Merah Bantu Petani, Namun Mereka Khawatir Ini
TRIBUN JATENG/MAMDUKH ADI PRIYANTO
Puluhan petani bawang merah Brebes berunjukrasa di halaman kantor Perum Bulog Sub Divre VI Pekalongan 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM, BREBES - Harga bawang merah di tingkat petani masih dalam angka tragis, yakni di titik terendah hingga mencapai Rp 4.000 perkilogram.

Para petani pun mengharapkan pemerintah melalui Perum Bulog menyerap bawang merah yang kini stoknya tengah melimpah.

Tidak hanya itu, para pedagang besar pun diharapkan ikut membantu para petani dengan menyerap bawang merah yang akan dijual di daerah lain.

"Kami siap membantu petani untuk menyerap bawang merah yang kini melimpah dari para petani. Namun, kami terganjal dengan regulasi atau aturan hukum yang berlaku," kata seorang pedagang besar asal Brebes, Beni Santoso, Jumat (12/1/2018).

Aturan hukum yang ia maksud yakni jika ia menyerap bawang merah dalam jumlah besar dan disimpan di gudangnya, ia khawatir disebut penimbun bawang merah.

"Ketika saya serap bawang merah dalam jumlah banyak, kemudian tiba- tiba harga naik, pasti kan stok berkurang, nanti dikira saya menimbun. Saya takut dengan Undang Undang penimbunan, bisa repot nanti," ujarnya.

Saat ini, ia hanya bisa menyerap dalam skala kecil.

"Sekarang kan aturan hukumnya, menyimpan stok dalam jumlah besar maksimal tiga bulan. Setelah itu bisa disebut melanggar hukum. Bisa- bisa ditangkap Satgas Pangan atau Kepolisian," tegas Beni.

Ia memberikan contoh jika melakukan menyerap 1.000 ton dari petani, namun saat harganya murah hanya bisa terjual 200 ton. Kemudian, selebihnya terjual saat harga bawang merah naik. Beni menyebut hal itu bisa disebut penimbunan.

Saat ini, imbuhnya, dirinya juga belum bisa melakukan ekspor bawang merah lantaran negara lain, di waktu bersamaan ini, juga tengah panen raya bawang merah.

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help