Drama Bakpao dan 'Cerita Martabak' di Balik Penangkapan Fredrich Yunadi

Selain itu, juga terungkap benjolan yang diklaim Fredrich telah "bergeser" ke dahi kanan Novanto, tapi hanya benjolan kecil

Drama Bakpao dan 'Cerita Martabak' di Balik Penangkapan Fredrich Yunadi
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Pengacara Fredrich Yunadi tiba di gedung KPK, Jakarta, Sabtu (13/1/2018) dini hari. Pengacara Fredrich Yunadi memenuhi panggilan KPK untuk menjalani pemeriksaan terkait kasus dugaan merintangi penyidikan perkara KTP Elektronik yang menjerat mantan Ketua DPR Setya Novanto. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - "Drama bakpao" sempat terjadi saat tim KPK hendak menjemput paksa Ketua DPR Setya Novanto selaku tersangka dari RS Medika Permata Hijau Jakarta pada 16 November 2017.

Saat itu, Fredrich Yunadi yang menjadi kuasa hukum Novanto menyebut kliennya mengalami benjolan sebesar bakpao di dahi kiri akibat kecelakaan mobil hingga membuatnya yak sadarkan diri.

Namun, "drama bakpao" itu akhirnya terungkap setelah tim dokter dari IDI menyatakan Novanto sehat dan bisa dimintai keterangan saat dia dipindahkan ke RSCM Jakarta.

Selain itu, juga terungkap benjolan yang diklaim Fredrich telah "bergeser" ke dahi kanan Novanto, tapi hanya benjolan kecil dengan sesikit luka memar.

Kini, Fredrich ditetapkan oleh KPK sebagai tersangka lantaran diduga bekerja sama dengan dokter Bimanesh Sutarjo untuk memasukkan ke RS Medika Permata Hijau.

Keduanya diduga bersekongkol memanipulasi data medis Novanto agar orang nomor satu DPR pada saat itu bisa menghindar dari pemeriksaan KPK.

Baca: Bos Yakuza Ditangkap di Thailand Setelah Foto Tatonya Viral di Medsos

Kedua orang yang berprofesi pengacara dab doktet itu disangkakan kasus dugaan merintangi atau menghalang-halangi penanganan perkara e-KTP yang menjerat Setya Novanto.

Fredrich tersebut ditangkap oleh tim KPK seusai melakukan pemeriksaan sakit jantungnya di RS Medistra Jakarta Selatan pada Jumat (12/1/2018) malam. Dia ditangkap di sebuah rumah.  

Pihak KPK menangkap Fredrich karena dianggap tidak kooperatif dan kebutuhan penuntasan penyidikan kasusnya.

Halaman
12
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help