TribunJateng/

Ini Penilaian Subangkit Usai PSIS Semarang Menjalani Serangkaian Laga Uji Coba

Keseluruhan uji coba yang dilakukan PSIS Semarang tak luput dari evalusi sang pelatih Subangkit.

Ini Penilaian Subangkit Usai PSIS Semarang Menjalani Serangkaian Laga Uji Coba
Media Officer PSIS
Fauzan Fajri (paling depan/kanan) berlatih bersama skuat PSIS Semarang, jelang laga melawan Bali United, Selasa (9/1/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Lita Febriani

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Menuju musim baru dalam dunia sepak bola membuat setiap tim di Liga 1 Indonesia lakukan banyak persiapan, mulai dari latihan rutin, seleksi pemain baru hingga lakukan uji coba dengan klub lain.

Seperti Mahesa Jenar yang sudah tiga kali lakukan uji coba bersama tiga klub yaitu PPLM Jakarta, Arema FC dan terakhir Bali United yang berakhir kemenangan 1-0 untuk PSIS Semarang.

Keseluruhan uji coba yang dilakukan PSIS Semarang tak luput dari evalusi sang pelatih Subangkit. Menurut Pelatih kelahiran Pasuruan ini evaluasi dari satu pertandingan ke pertandingan adalah hal wajib.

"Saya kira ada, terutama dari satu pertandingan ke pertandingan dulu, waktu kita lawan PPLM kalau tidak salah seminggu kita latihan bentuk kerangka timnya, main cukup lumayan," terang Subangkit.

Baca: Subangkit Ingin Asah Para Pemain Muda PSIS Semarang Melalui Cara Ini

Subangkit juga menyampaikan untuk uji coba lawan Arema FC terutama saat di Magelang, Mahesa Jenar terlihat kurang karena saat itu terdapat seleksi pemain asing. Berbeda saat bermain di Malang, ada chemistry antar pemain yang cukup baik.

"Lawan Arema juga waktu main di Malang kita main, artinya gini, kita main dengan pemain yang udah latihan jadi chemistry mungkin mereka sudah tahu masing-masing,

Waktu di Magelang saya lihat dengan adanya seleksi dalam arti pemain asing kinerja tim sudah tidak bagus jadi asal-asalan karena ada 4-5 pemain seleksi," tutur Subangkit pada Sabtu (13/1/2018).

Secara mental pemain cukup mengalami perkembangan, seperti saat bermain lawan Bali United dimana dengan serangan yang terus menerus namun PSIS Semarang mampu menciptakan gol hingga laga berakhir.

"Waktu kita di Bali kita balik lagi kita sudah latihan lagi dengan kerangka tim yang ada, artinya anak-anak main bagus, artinya walaupun intensitas serangan terus ada tapi kita banyak peluang, satu gol kita kira sudah bagus karena kita main di (kandang) lawan," tutup Subangkit.

Uji coba tak hanya sekedar melatih secara fisik, namun juga melatih mental para pemain, PSIS sendiri dapat dikatakan memiliki banyak pemain muda yang memang harus dilatih mental bermain sebaja mungkin.(*)

Penulis: Lita Febriani
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help