Kuota Elpiji Bersubsidi Naik, Ini Permintaan Pemkab Tegal kepada Pertamina

Untuk keperluan melaut nelayan, Pertamina masih menoleransi penggunaan elpiji bersubsidi.

Kuota Elpiji Bersubsidi Naik, Ini Permintaan Pemkab Tegal kepada Pertamina
IST
Suasana Rapat Koordinasi LPG Tahun 2018 yang diselenggarakan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal di Gedung Amartha Setda Kabupaten Tegal, Kamis (11/1/2018). 

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Seiring penetapan anggaran subsidi elpiji oleh pemerintah di DPR, Pertamina berencana menambah kuota tabung gas 3 kilogram rata-rata dua persen tahun ini.

Rencana itu terungkap dalam Rapat Koordinasi LPG Tahun 2018 yang diselenggarakan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal di Gedung Amartha Setda Kabupaten Tegal, Kamis (11/1/2018).

Rapat yang dibuka Asisten Administrasi Pembangunan Nurmakmun ini dihadiri perwakilan Pertamina Tegal, Hiswana Migas se-eks Karesidenan Pekalongan, para agen, dan pemilik pangkalan elpiji.

Sales Eksekutif Wilayah III Pertamina Tegal Deni Hamdani menjelaskan tahun ini pihaknya akan menambah kuota jumlah tabung elpiji bersubsidi di Kabupaten Tegal.

Tahun lalu tercatat sejumlah 14.543.865 tabung di kabupaten ini.

Deni berharap Pemerintah Kabupaten Tegal bisa bersinergi dengan pihak terkait seperti kepolisian untuk mengawal pendistribusian elpiji bersubsidi ini supaya tepat sasaran.

“Elpiji bersubsidi ini adalah sumber energi untuk keperluan memasak, didistribusikan secara khusus bagi warga masyarakat berpenghasilan rendah. Yaitu di bawah Rp. 1,5 juta per bulan atau untuk keperluan usaha bagi pengusaha mikro dengan omzet rata-rata per hari Rp 800 ribu”, kata Deni dalam rilis Pemkab Tegal kepada Tribunjateng.com.

Deni menuturkan dengan asumsi penggunaan tabung gas melon oleh rumah tangga berpenghasilan rendah sebanyak 3 tabung per bulan dan keperluan UMK di Kabupaten Tegal, dari kuota yang ada seharusnya sudah mencukupi.

“Faktanya masih kita jumpai sejumlah rumah makan hingga peternakan yang menggunakan elpiji bersubsidi untuk menunjang usahanya. Ini dapat menimbulkan kelangkaan gas bersubsidi,” imbuhnya.

Pertamina pun terus mendorong upaya konversi ke penggunaan gas non subsidi.

Halaman
12
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help