Kuota Elpiji Bersubsidi Naik, Ini Permintaan Pemkab Tegal kepada Pertamina

Untuk keperluan melaut nelayan, Pertamina masih menoleransi penggunaan elpiji bersubsidi.

Kuota Elpiji Bersubsidi Naik, Ini Permintaan Pemkab Tegal kepada Pertamina
IST
Suasana Rapat Koordinasi LPG Tahun 2018 yang diselenggarakan Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal di Gedung Amartha Setda Kabupaten Tegal, Kamis (11/1/2018). 

Di antaranya melalui program trade-in atau penukaran dua tabung gas melon ditambah uang Rp 100 ribu di tingkat agen diganti dengan satu buah tabung elpiji isi 5 kilogram.

Adapun untuk keperluan melaut nelayan, Pertamina masih menoleransi penggunaan elpiji bersubsidi ini untuk bahan bakar perahu karena termasuk yang diperkenankan oleh pemerintah.

Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Tegal Suspriyanti mengatakan, kenaikan kuota subisidi elpiji tahun 2018 ini belum sesuai permintaan pihaknya yang menghendaki kenaikan 10 persen.

Dia menegaskan jumlah penduduk Kabupaten Tegal terus bertambah selain tumbuhnya sektor usaha mikro yang masih memerlukan bantuan subsidi pemerintah.

Instansinya melalui instruksi Bupati Tegal Enthus Susmono juga telah mendorong konversi penggunaan elpiji nonsubsidi di kalangan PNS.

Menurutnya, kebijakan tersebut minimal dapat menekan penggunaan tabung gas melon.

Menanggapi laporan warga soal kelangkaan elpiji di wilayah Bojong yang masuk lewat SMS Lapor Bupati, Suspriyanti menyatakan tidak ada kelangkaan elpiji.

Stok elpiji nonsubsidi banyak tersedia di masyarakat tapi mereka mencari tabung gas melon.

“Kelangkaan elpiji bersubsidi lebih dikarenakan pengecer juga menjualnya ke kelompok masyarakat mampu yang sesungguhnya tidak berhak mendapat subsidi pemerintah,” jelasnya.

Suspriyanti menuturkan bahwa bupati Tegal melalui Surat Edaran sudah mengatur Harga Eceran Tertinggi (HET) penjualan elpiji bersubsidi sebesar Rp. 16.750 di tingkat konsumen untuk tabung isi 3 kilogram.

Adapun Ketua Hiswana Migas se-eks Karesidenan Pekalongan Fajar mengatakan organisasinya sedang menggencarkan sosialisasi rencana pembatasan pembelian elpiji bersubsidi oleh pengecer maksimal 5 tabung per hari.

Termasuk penerapan transaksi nontunai untuk pembelian elpiji dari pangkalan ke agen. (*)

Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help