Penghasilan Merosot, Nelayan Penangkap Lobster di Cilacap akan Surati Presiden dan Menteri Susi

Para nelayan di pesisir pantai selatan Cilacap yang biasa menangkap lobster di laut terancam mata pencahariannya

Penghasilan Merosot, Nelayan Penangkap Lobster di Cilacap akan Surati Presiden dan Menteri Susi
TRIBUN JATENG/BARE KINGKIN KINAMU
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG COM, CILACAP - Para nelayan di pesisir pantai selatan Cilacap yang biasa menangkap lobster di laut terancam mata pencahariannya.

Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 56 Tahun 2016 dianggap jadi pangkal masalah tersebut.

Berdasarkan aturan itu, kepiting, lobster, dan rajungan dalam kondisi bertelur dan memiliki berat di bawah 200 gram dilarang untuk ditangkap.

Dampak implementasi kebijakan itu dirasakan berat bagi para nelayan yang menggantungkan hidupnya dari berburu hewan laut tersebut.

Beberapa waktu lalu, nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Cilacap berkumpul untuk mendiskusikan masalah tersebut.

Ketua HNSI Cilacap Sarjono mengatakan, banyak nelayan bangkrut karena kebijakan yang dinilainya tak berpihak pada nelayan kecil ini. Pihaknya bahkan telah memediasi pertemuan nelayan dengan dinas terkait di Cilacap agar mereka bisa menyampaikan aspirasinya, pekan lalu.

Dalam pertemuan itu, nelayan menyampaikan derita yang dialami dan menuntut agar kebijakan itu dikaji ulang atau direvisi.

"Pemkab akan ikut menyampaikan aspirasi ini ke pemerintah di atasnya. Karena ini kebijakan pusat,"katanya, Sabtu (13/1)

Dampak dari implementasi kebijakan itu, para nelayan tak lagi bisa menangkap lobster, kepiting dan rajungan yang memiliki berat di bawah 200 gram.

Halaman
12
Penulis: khoirul muzaki
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help