TribunJateng/

Perjuangan Siswa yang Tinggal di Zona Longsor, Lalui Jalur Hutan Sejauh 3 Km Agar Bisa Sekolah

Perjuangan anak-anak di desa terpencil kecamatan Wanayasa untuk mengakses pendidikan cukup berat.

Perjuangan Siswa yang Tinggal di Zona Longsor, Lalui Jalur Hutan Sejauh 3 Km Agar Bisa Sekolah
khoirul muzaky
Pelajar Korban Longsor 

Laporan Wartawan Tribun Jateng Khoirul Muzakki

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA - Perjuangan anak-anak di desa terpencil kecamatan Wanayasa untuk mengakses pendidikan cukup berat.

Bukan hanya jarak yang jadi soal, melainkan kodisi tanah yang terus bergerak di musim penghujan.

Terputusnya akses jalan kabupaten karena longsor di di dusun Pramen Desa Bantar Kecamatan Wanayasa Banjarnegara membuat warga dusun Sikenong Desa Bantar dan penduduk Desa Suwidak terisolasi.

Para siswa dari Desa Suwidak melalui jalur alternatif hutan sejauh 3 kilometer untuk bisa keluar desa.
Para siswa dari Desa Suwidak melalui jalur alternatif hutan sejauh 3 kilometer untuk bisa keluar desa. (khoirul muzaky)

Para siswa yang biasa memanfaatkan jalan itu untuk mengakses sekolah di kecamatan kian menderita karenanya.

Dalam kondisi normal, para siswa ini biasa beramai-ramai menumpang angkutan mobil bak terbuka dari desa menuju sekolah. Sebagian lain memakai kendaraan bermotor untuk mencapai sekolah di kecamatan nan jauh.

"Kasihan anak-anak sekolah. Kami sempat liburkan karena jalan putus,"kata Kepala Desa Suwidak Kecamatan Wanayasa Arif Santosa, Sabtu (13/1)

Para siswa sempat diliburkan beberapa hari oleh pemerintah desa saat longsor sedang mengganas beberapa hari lalu. Sementara warga bersama relawan bahu membahu membuka jalur alternatif melalui jalur hutan.

Pembukaan jalan setapak yang hanya bisa dilalui pejalan kaki itu pun tidak mudah. Mereka harus menggali lereng tebing yang curam untuk membuat jalan. Sementara tanah yang dipijak masih labil atau rawan bergerak.

Pelajar Korban Longsor
Pelajar Korban Longsor (khoirul muzaky)

Jalan alternatif sejauh sekitar 3 kilometer yang menghubungkan Desa Suwidak dan Desa Bantar itu akhirnya berhasil dibuka untuk akses pejalan kaki. Pembukaan jalur ini memberikan sedikit angin segar bagi para siswa yang sudah rindu bersekolah.

Halaman
123
Penulis: khoirul muzaki
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help