Pilgub Jateng

Diusung Gerindra Jadi Cagub Jateng, Sudirman Said Blak-blakan Soal 'Mahar'

"Semua partai bicara soal saksi karena hal tersebut merupakan salah satu persyaratan KPUD yang harus dipenuhi,"

Diusung Gerindra Jadi Cagub Jateng, Sudirman Said Blak-blakan Soal 'Mahar'
Tribun Jateng/Wilujeng Puspita Dewi
Sudirman Said usai melakukan pemeriksaan kesehatan Gigi dan Mulut terkait pencalonan Gubernur Jawa Tengah di Klinik Gardenia Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Karyadi Semarang. Sabtu (13/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pada (26/10/2017) lalu,  Wakil Ketua DPP Partai Gerindra Arief Poyouno menuturkan bahwa Partai Gerindra telah menyiapkan calonnya di Pilgub Jatim 2018 yang tinggal 8 bulan lagi.

Nama Ketua Kamar Dagang dan Industri (KDIN) Jawa Timur, La Nyalla Mattalitti telah mendapat 'lampu hijau' dari Dewan Pembina Gerindra Prabowo Subianto.

Kini, hubungan keduanya renggang lantaran La Nyalla Mattalitti mengaku telah dimintai uang Rp 40 miliar oleh Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.

La Nyalla menduga, uang tersebut merupakan mahar politik terkait dengan pencalonan dirinya sebagai Gubernur Jawa Timur dalam pemilihan kepala daerah serentak pada Juni 2018.

Menanggapi hal tersebut, Sudirman Said,  Bakal Calon Gubernur Jawa Tengah yang juga diusung oleh partai Gerindra, menuturkan bahwa tidak ada mahar dalam berpolitik.

"Dari semua partai politik yang mendukung saya, tidak ada satupun yang membicarakan mahar. Kami bicara soal program, idealisme, dan biaya," ungkap Sudirman Said usai melakukan pemeriksaan kesehatan Gigi dan Mulut terkait pencalonan Gubernur Jawa Tengah di Klinik Gardenia Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Karyadi Semarang. Sabtu (13/1/2018).

Sudirman Said menegaskan, benar jika Prabowo bicara soal uang saksi.

"Semua partai bicara soal saksi karena hal tersebut merupakan salah satu persyaratan KPUD yang harus dipenuhi. Apalagi wilayah Jawa Tengah itu luas, jadi Prabowo menanyakan kesiapan uang termasuk uang saksi, kampanye,  baliho dan sebagainya," ungkapnya.

Sudirman Said menambahkan, tidak ada istilah mahar dalam berpolitik.

"Itu disebut saweran," ungkapnya sambil tersenyum. (*)

Penulis: Wilujeng Puspita Dewi
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help