LIPUTAN KHUSUS

Dua Inspektur Awasi 576 Sumur Tua Peninggalan Belanda

"Pemprov Jawa Tengah punya dua inspektur minyak yang bertugas mengawasi sumur tua," katanya pada Tribun Jateng, Minggu (14/1).

Dua Inspektur Awasi 576 Sumur Tua Peninggalan Belanda
tribunjateng/tim lipsus
Pengunjung menyaksikan situs Sumur Magung, di Lapangan Ledok Blora. Sumur Magung merupakan sumur minyak pertama di Jawa, yang dibuat dan dieksplorasi oleh Belanda. Dipercaya, sebelum ditemukan Belanda, minyak dari Sumur Magung telah ditemukan dan digunakan oleh Ki Jati Kusumo untuk menyalakan obor pada 1901 

TRIBUNJATENG.COM, BLORA - Penambangan minyak sumur tua juga menjadi perhatian pemerintah provinsi Jawa Tengah. Kepala dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Pemprov Jateng, Teguh Dwi Paryono mengatakan pihaknya berfungsi mengawasi eksploitasi sumur tua.

Personel yang bertugas mengawasi ekaploitasi sumur minyak adalah inspektur minyak. Saat ini tiap provinsi mempunyai inspektur minyak, meski statusnya pegawai pemerintah pusat.

"Pemprov Jawa Tengah punya dua inspektur minyak yang bertugas mengawasi sumur tua," katanya pada Tribun Jateng, Minggu (14/1).

Aktivitas penambangan minyak bumi di sumur tua di Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora Jawa Tengah
Aktivitas penambangan minyak bumi di sumur tua di Desa Ledok, Kecamatan Sambong, Kabupaten Blora Jawa Tengah (tribunjateng/lipsus)

Pria berkacamata itu menuturkan kategori sumur tua adalah sumur minyak peninggalan Belanda. Kedalaman sumur tua maksimal hanya 300 meter. Biasanya juga sudah bisa menambang 1 ton maka sudah bagus.

Pengelolaan sumur tua harus berbaju koperasi atau BUMD. Terkait kewenangan sumur tua sebenarnya di bawah Pertamina. Adapun pemberdayaan sumur tua merupakan bagian dari CSR pertamina.

Teguh menyebut saat ini ada 576 sumur tua yang terdaftar resmi di Jawa Tengah yang dikelola BUMD masing-masing daerah, koperasi dan BUMD milik provinsi Jateng. Terbanyak memang di Kabupaten Blora lalu menyusul Grobogan.

"Ada juga di Jepara satu sumur namun belum di kelola,di Kendal juga ada," katanya.

Ia berharap pengelolaan sumur tua oleh masyarakat memberikan sumbangsih untuk lifting migas secara nasional walaupun kontribusinya tidak besar. Selain lifting migas, juga menambah pendapatan masyarakat.

"Yang jelas kalau sumur tua dikelola seperti industri migas tidak akan memberi profit yang besar," ucapnya. (tribunjateng/cetak/lipsus)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help