Komjen Buwas Ingin Hukuman Mati Tetap Tercantum dalam RKUHP. Begini Alasannya

Hal itu memang dikarenakan banyaknya pro dan kontra di tengah masyarakat mengenai hukuman ini.

Komjen Buwas Ingin Hukuman Mati Tetap Tercantum dalam RKUHP. Begini Alasannya
Tribun Jateng/Suharno
Kepala BNN Komjen Budi Waseso saat melakukan kampanye anti Narkoba di Car Free Day Jalan Slamet Riyadi Solo, Minggu (4/11/2016). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kepala BNN (Badan Narkotika Nasional), Komjen Pol Budi Waseso menjelaskan bahwa hukuman mati seharusnya tetap masuk dalam Rancangan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (RKUHP).

Perlu diketahui, RKUHP itu akan disahkan dalam waktu dekat ini.

Buwas, sapaan akrabnya menilai hukuman mati sangat penting, mengingat banyaknya korban di masyarakat akibat kejahatan narkotika.

"Kalau bagi saya hukuman mati itu perlu. Ya buktinya korbannya makin banyak kan," tegas Komjen Pol Buwas saat berada di kantor Dirjen Bea Cukai, Pisangan, Jakarta, Jumat (19/1/2018), seperti dilansir dari Tribunnews.com.

Baca: Warga Pemalang Digegerkan Penemuan Mayat Tanpa Identitas. Posisi Jasad Tersebut Sedang Duduk

Meski begitu, adapun wacana tersebut kemungkinan akan dihapus dari pembahasan RKUHP.

Hal itu memang dikarenakan banyaknya pro dan kontra di tengah masyarakat mengenai hukuman ini.

Namun bagi Buwas, dirinya tetap mengembalikan hal tersebut kepada pemangku kepentingan terkait hukuman mati yang akan masuk pada RKUHP.

Ia tetap menegaskan bahwa hukuman mati merupakan hal penting bagi negara.

Halaman
12
Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help