Kasus Asusila

Anak Pergi ke Warnet Disodori Video Porno, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?

Yayasan Setara bersama Polrestabes Semarang telah merazia beberapa warnet yang diduga memberikan konten-konten porno kepada pelajar.

Anak Pergi ke Warnet Disodori Video Porno, Apa yang Harus Dilakukan Orangtua?
tribunjateng/Wilujeng Puspita
Tsaniatus Solihah, Manager Program Yayasan Setara 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG- Pada tahun 2016 lalu, bermula dari mengerjakan tugas sekolah di warnet, seorang pelajar SMP di kota Semarang mengaku diberi video porno oleh seorang penjaga warnet.

Pelajar SMP tersebut mengatakan tidak pernah diberikan akses internet di rumah oleh orangtuanya.

Akibatnya, pelajar tersebut ketagihan untuk pergi ke warnet dan mulai suka mengakses situs dewasa. Ini fakta dan problema.

Yayasan Setara, Organisasi Nonpemerintah yang bekerja pada isu hak- hak anak, bersama Polrestabes Semarang telah merazia beberapa warnet yang diduga memberikan konten-konten porno kepada pelajar.

Tidak hanya itu, Yayasan Setara juga mengedukasi masyarakat terkait proteksi akses Internet yang tepat untuk anak.

Kepada Tribunjateng.com, Sabtu (20/1/2018), Tsaniatus Solihah, Manager Program Yayasan Setara, membeberkan batasan internet seperti apa yang harus diberikan oleh orangtua.

"Membiarkan dan melarang pengaksesan internet oleh anak, keduanya sama-sama hal yang salah. Bagaimanapun, internet juga mengandung informasi positif yang dapat membantu anak untuk memperoleh banyak informasi. Cara yang benar agar anak terhindar dari informasi negatif Internet adalah dengan cara mengontrol dan memproteks aktivitasnya," tutur Tsania saat memberikan materi di Gedung Albi, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kawasan Simpanglima, Semarang, Jawa Tengah.

Berikut Tsania beberkan upaya yang bisa dilakukan orangtua untuk mengontrol gerak gerik anak saat mengakses internet.

1. Mengatur jadwal akses internet. Berikan jadwal dimana anak boleh mengakses situs hiburan dan games. Namun untuk proses pembelajaran, berikan sesuai kebutuhan anak, dengan syarat harus diawasi.

2. Jangan biarkan anak mengakses internet terlalu lama di kamar. Sebaiknya, anak diperbolehkan mengakses internet hanya di ruang-ruang keluarga.

3. Komputer atau laptop dipasang di ruang yang memudahkan pengawasan.

4. Lakukan sinkronisasi ponsel anak dengan komputer orangtua, seperti menginstal aplikasi Parental Control. (*)

Penulis: Wilujeng Puspita Dewi
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved