Liputan Khusus

FAKTA Proyek-proyek 2017 di Kota Semarang yang Belum Rampung, Pekerja Keleleran

FAKTA Proyek-proyek 2017 di Kota Semarang yang Belum Rampung, Pekerja Keleleran, pengerjaan lambat dan ...

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sejumlah proyek pembangunan di Kota Semarang pada 2017 lalu tercatat tidak rampung. Satu di antaranya adalah proyek peningkatan Jalan Gotong Royong, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik.

"Ini sebenarnya mau bagaimana, dari dulu sampai sekarang membangun jalan kok nggak jadi-jadi?" kata seorang perempuan, sebut saja Desi, kepada Tribun Jateng, baru-baru ini.

Ia menilai, proyek peningkatan Jalan Gotong Royong itu berlangsung lambat, bahkan terkesan tidak niat.

"Pekerjanya saya rasa kurang. Nggak sampai 10 orang, makanya lama nggak selesai-selesai. Selain itu, kualitas pavingnya juga jelek, gampang hancur," ujarnya.

Sebagai warga setempat, ia sering mendengar keluhan dirasakan para pekerja. Mulai dari telat membayar upah, hingga pengadaan material bangunan yang sering kali telat, sehingga menghambat proses pekerjaan.

Menurut dia, mayoritas pekerja proyek peningkatan Jalan Gotong Royong itu merupakan warga luar Kota Semarang, seperti daerah Kendal dan Ungaran.

"Pekerjanya sering ganti-ganti. Kasihan mereka orang jauh tapi kadang gaji telat. Warga sini kadang kasihan, sehingga (pekerja-red) sering dikasih makan atau minum. Rumah ibu saya sering kayak gitu (memberi makan-Red)," paparnya.

Ketua RW 05, Kelurahan Tinjomoyo, Sumardi menjelaskan, pembangunan jalan mulai dikerjakan awal September 2017 dan ditargetkan rampung Desember 2017. Hanya saja, hingga kini belum juga selesai.

Sejak dimulai hingga sekarang, ia tidak pernah melihat pengerjaan proyek itu mendek. Proses pengerjaan terus dilakukan meski cenderung lambat dan tidak sesuai dengan target batas waktu penyelesaian. "Kerja terus, pagi, siang, malam. Tapi ya lambat," imbuhnya.

Sumardi berharap, dengan memperbaiki jalan di wilayahnya bisa memudahkan akses menuju Taman Wisata Hutan Tinjomoyo. Sehingga, warga sekitar bisa berkontribusi untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga atau sebagai mata pencaharian baru.

Halaman
123
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved