FOCUS

Menanti Tuah Pilkada

Menanti Tuah Pilkada. Sebagian orang memperkirakan jika Pilkada serentak tersebut akan turut menggeliatkan sektor ekonomi.

Menanti Tuah Pilkada
tribunjateng/bram
Galih P Asmoro wartawan Tribun Jateng 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sebanyak 171 Pilkada, serentak akan digelar pada 27 Juni 2018 ini. Masing-masing di 17 provinsi, 115 kabupaten, dan 39 kota. Sementara di Jawa Tengah, juga akan menggelar pemilihan gubernur dan wakil gubernur serta Pilkada di 7 kabupaten/kota.

Sebagian orang memperkirakan jika Pilkada serentak tersebut akan turut menggeliatkan sektor ekonomi. Satu di antara industri yang diramal bakal meningkat signifikan adalah industri garmen. Bahkan, Kepala Bank Indonesia Jateng DIY, Hamid Ponco Wiyono memperkirakan, industri garmen bakal tumbuh 12 persen. Selain garmen, Ponco juga menyebut potensi peningkatan pada industri kreatif.

Hal senada juga dikatakan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng, Frans Kongi. Menurutnya, industri garmen sangat berkaitan erat dengan masa kampanye pada Pilkada. Di wilayah Jateng, sentra industri garmen tersebar di beberapa wilayah. Sebut saja di Semarang, Pekalongan dan eks karesidenan Surakarta.

Peran garmen pada Jateng sebenarnya tak hanya pada saat Pilkada saja. Mengaca pada data Badan Pusat Statistik, Pada Desember lalu, ekspor produk tekstil Jateng mencapai 237,85 juta dollar. Frans menyebut, setidaknya 30 persen dari total ekspor Jateng merupakan produk tekstil.

Sepertinya tak salah jika tuah tahun politik akan sangat dinikmati produk garmen. Saat kampanye, kaus bergambang pasangan calon berseliweran. Selain kaus, ada juga baliho, spanduk, dan lain sebagainya.

Setidaknya, ada 27 juta pemilih pada Pilkada 2018 mendatang. Lantaran hanya ada dua pasangan calon, untuk dapat menang di Jateng, pasangan calon harus menguasai minimal 50 persen plus satu. Beragam cara digunakan untuk mengenalkan diri dan memikat pemilih. Satu di antaranya adalah "cara lama" yakni memberi kaus bergambar pasangan calon pada pemilih.

Jika menggunakan cara itu dan tiap pasangan calon serta relawannya setidaknya harus menyiapkan 13,5 juta kaus. Seumpama satu kausnya Rp 10 ribu, berati pengeluaran untuk kaus saja sudah menyentuh Rp 135 miliar. Praktis, dana itu akan masuk ke industri garmen. Itu baru dari satu pasangan calon.

Andai saja dua pasangan calon melakukan hal serupa, tinggal kalikan saja. Bakal ada Rp 270 miliar yang bakal masuk ke garmen. Belum lagi dengan pasangan calon dari tujuh kabupaten/kota yang juga bakal menggelar Pilkada serentak tentu juga tak mau ketinggalan untuk mengenalkan diri dan memikat massa.

Tak heran jika Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Bambang Brodjonegoro menyebut ramainya agenda politik di tahun ini, terutama Pilkada serentak 2018, berpotensi mendongkrak kinerja pertumbuhan ekonomi. Pilkada menurut Bambang bakal mendorong konsumsi lembaga nonprofit rumah tangga (LNPRT). Pada kuartal III tahun lalu, LNPRT tumbuh sebesar 6,01 persen dan mencatatkan pertumbuhan terbesar dari sisi pengeluaran, setelah ekspor dan impor. (tribunjateng/galih p asmoro)

Penulis: galih pujo asmoro
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help