Pilgub Jateng

Ratusan Ribu Warga Kota Semarang yang Belum Perekaman e-KTP Terancam Kehilangan Hak Suara

Petugas diminta untuk mendatangi warga yang belum perekaman atau sudah namun e-KTP belum jadi.

Ratusan Ribu Warga Kota Semarang yang Belum Perekaman e-KTP Terancam Kehilangan Hak Suara
TRIBUN JATENG/RIVAL ALMANAF
Seorang warga melakukan perekaman KTP di Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil Kota Semarang, Selasa (7/10). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Ratusan ribu warga Kota Semarang hingga kini belum menerima e-KTP. Hal itu disebabkan warga belum melakukan perekaman e-KTP atau sudah melakukan perekaman namun e-KTP mereka belum tercetak.

Untuk itu, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, meminta kepada para petugas Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) untuk jemput bola.

Petugas diminta untuk mendatangi warga yang belum perekaman atau sudah namun e-KTP belum jadi. Hal ini guna mengejar target perekaman yang harus selesai akhir 2018 ini.

"Petugas harus jemput bola, bahkan tak hanya Dispendukcapil tetapi Camat dan Lurah juga jemput bola. Agar warga bisa terdaftar dalam DPT," kata Ita, sapaannya, Senin (22/1/2018).

Ratusan ribu warga belum melakukan perekaman e-KTP diketahui setelah ada rapat kordinasi antara Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Semarang dengan Dispendukcapil, beberapa waktu lalu. Ratusan ribu warga tersebut terancam kehilangan hak suara dalam Pilgub 2018 ini.

Ketua KPU Kota Semarang, Henry Wahyono, mengatakan E-KTP merupakan syarat dasar dalam pendataan pemilih agar masuk dalam daftar pemilih tetap (DPT) Pilgub 27 Juni nanti.

"Ada sekitar seratus ribuan, tapi nanti kami cek kembali. Ini data dari hasil rapat kordinasi dengan Dispendukcapil Kota Semarang," ujarnya.

Henry menyarankan agar warga bisa mendatangi kelurahan atau PPS untuk mengetahui sudah terdaftar apa belum. Jika belum, maka bisa dimintakan surat keterangan pengganti identitas rekam data e-KTP atau Kartu Keluarga.

"Jadi agar tetap memiliki hak suara, bisa menggunakan KK atau surat keterangan pengganti e-KTP. Sehingga bisa menyalurkan hak pilihnya," jelasnya. (*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help