Pilkada 2018

BI Tegal: Masyarakat Wajib Waspada Peredaran Uang Palsu saat Pilkada

Dari tujuh itu, ada dua daerah yang berada di wilayah kerja KPw BI Tegal yang menyelenggarakan pilkada

BI Tegal: Masyarakat Wajib Waspada Peredaran Uang Palsu saat Pilkada
Mamdukh adi priyanto
Seorang petugas BI sedang memeriksa keaslian uang di Kantor Perwakilan BI Tegal menggunakan alat portable microscope 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL- Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Tegal mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap peredaran uang palsu saat pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak 2018.

Seperti diketahui, pada tahun politik 2018 ini, ada tujuh kabupaten/ kota yang menyelenggarakan pesta demokrasi itu.

Dari tujuh itu, ada dua daerah yang berada di wilayah kerja KPw BI Tegal yang menyelenggarakan pilkada, yakni Kota Tegal dan Kabupaten Tegal.

"Wajib diwaspadai saat tahun politik, semakin banyak kegiatan ekonomi atau masyarakat, penggunaan uang semakin meningkat. Begitu juga dengan kemugkinan peredaran uang palsu," kata Kepala Bank Indonesia Tegal, Joni Marsius, Rabu (24/1/2018).

Ia mengimbau untuk mewaspadai orang tak bertanggung jawab yang memanfaatkan momen pilkada.

Meski peningkatan penukaran dan penggunaan uang saat pilkada tidak seperti saat Idul Fitri maupun hari besar keagamaan lain, namun peredaran uang palsu harus tetap diperhatikan aparat.

Oleh karenanya, masyarakat diminta untuk mengecek keaslian alat pembayaran tersebut.

"Yang paling mudah yakni lakukan tiga D (dilihat, diraba, diterawang). Jika tidak, pakai alat kaca pembesar atau lampu ultraviolet. Jika masih ragu- ragu, datang ke BI," tandasnya.

Selain ke masyarakat, lembaga keuangan juga diminta waspada. Uang palsu kerap diselipkan saat penukaran ataupun melakukan transaksi apapun.

Karena itu, pegawai perbankan dituntut agar dapat mengenali ciri keaslian uang.

Dengan bertambah majunya teknologi, cara memalsukan uang juga makin kian banyak.

"Kelihatannya asli karena pembuatannya sangat rapi dan persis seperti uang asli, tapi ternyata setelah dicek palsu," imbuhnya.(*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help