Seluruh Anggota Panwaskab Kudus Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Sosialisasi dan penyerahan simbolis sertifikat kepesertaan kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi anggota Panwas.

Seluruh Anggota Panwaskab Kudus Menjadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan
TRIBUN JATENG/DWI LAYLA
Dino Arlia Kusuma, relationship officer dari BPJS Ketenagakerjaan menyerahkan sertifikat kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan kepada Panwas, Rabu (24/1/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dwi Layla

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Anggota Panwas Kabupaten Kudus diikutsertakan dalam program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Kudus.

Hal tersebut yang disampaikan oleh Dino Arlia Kusuma, relationship officer dari BPJS Ketenagakerjaan saat menghadiri acara launching pojok pengawasan Panwaskab Kudus Jawa Tengah, Rabu (24/1/2018).

Bahkan saat acara itu pula, berlangsung sosialisasi dan penyerahan simbolis sertifikat kepesertaan kartu BPJS Ketenagakerjaan bagi anggota Panwas.

"Saat bekerja, bapak ibu sudah aman. Tidak usah cemas dan khawatir berlebih jika ada hal yang tidak diinginkan."

"Karena bapak dan ibu sudah terlindung oleh BPJS Ketenagakerjaan dalam dua program, yakni jaminan kecelakaan kerja dan jaminan kematian," jelas Dino kepada hadirin.

Baca: Hai Warga Kudus! Jika Menemukan Pelanggaran saat Pilkada Bisa Datangi Tempat Ini

Setiap peserta Panwas pun cukup membayarkan sekitar Rp 10 ribu saja.

Nabila Maida, marketing offcer BPJS Ketenagakerjaan menuturkan bahwa anggota Panwas yang tercover oleh BPJS Ketenagakerjaan adalah anggota non PNS atau ANS.

"Untuk peserta yang didaftarkan kepada BPJS Ketenagakerjaan adalah pengawas yang non PNS. Sebab PNS telah dicover Taspen."

"Total pesertanya pun berjumlah 205 orang. Namun baru 180 yang terdaftar, sebab beberapa anggota batu saja dilantik, sehingga data akan disusulkan," jelasnya kepada Tribunjateng.com. (*)

Penulis: Dwi Laylatur Rosyidah
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help