Kasus Perampokan

Sempat Hujat Tersangka Pembunuhan, Orangtua Ini Syok Ternyata Pelaku Adalah Anaknya

Sempat Hujat Tersangka Pembunuhan, Orangtua Ini Syok Ternyata Pelaku Adalah Anaknya. Dan TKP Pembunuhan dekat rumahnya

Sempat Hujat Tersangka Pembunuhan, Orangtua Ini Syok Ternyata Pelaku Adalah Anaknya
tribunjateng/ist
Dua pelajar ditangkap polisi diduga sebagai pelaku pembunuhan perampokan driver Grab, 22 Januari 2018. Dua pelaku adalah pelajar kelas X di SMK Negeri di Kota Semarang. Pelaku berusia 16 tahun 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dua pelajar SMK Negeri di Kota Semarang yaitu inisial IBR (16) dan DIR (15) jadi tersangka pembunuhan sopir taksi online Go Car dan Grab bernama Deni Setiawan (25)..

Dua pelajar ini ditahan di Mapolrestabes Semarang sejak ditangkap polisi Senin di rumahnya masing-masing.

GELAR PERKARA - Kapolrestabes Semarang, Kombes Polisi Abiyoso Seno Aji saat melakukan gelar perkara terhadap kasus pembunuhan driver taksi online di Kapolrestabes Semarang, Selasa 23/1). Dua pelaku (pakai penutup kepala) dan sejumlah barang bukti ikut ditunjukkan dalam gelar perkara tersebut.
GELAR PERKARA - Kapolrestabes Semarang, Kombes Polisi Abiyoso Seno Aji saat melakukan gelar perkara terhadap kasus pembunuhan driver taksi online di Kapolrestabes Semarang, Selasa 23/1). Dua pelaku (pakai penutup kepala) dan sejumlah barang bukti ikut ditunjukkan dalam gelar perkara tersebut. (TRIBUNJATENG/HERMAWAN HANDAKA)

Orangtua IBR mendatangi Polrestabes Semarang pada Rabu (24/1/2018) siang.

Baca: Wakapolri Sebut Penembak Kader Gerindra, Briptu AR Bela Diri

DSP (48) orangtua IBR warga Perumahan Kopri, Sambiroto, Tembalang, Semarang.

DSP bersama Pembina Osis SMK mendatangi Mapolrestabes Semarang untuk melihat kondisi kedua pelajar yang jadi tersangka pembunuhan di sel tahanan.

Kepada Tribunjateng.com saat di Mapolrestabes Semarang, DSP mengaku syok karena ternyata anaknya menjadi tersangka pembunuhan.

Padahal sebelumnya, ia sempat menghujat pelaku pembunuhan driver taksi online itu saat berita di media massa menyeruak. Senin pagi DSP baca koran terkait pembunuhan itu dan menghujat pelaku.

Baca: 7 Fakta Pembunuhan Sopir Taksi Online di Semarang, Kelakuan Miris Anak Zaman Now

Dia menghujat perilaku pembunuh itu. Dan sama sekali tidak menyangka jika kemudian ternyata pembunuh itu adalah anaknya. Syok orangtua.

Grand Livina milik sopir taksi online korban pembunuhan telah ditemukan di Semarang, Senin 22 Januari 2018.
Grand Livina milik sopir taksi online korban pembunuhan telah ditemukan di Semarang, Senin 22 Januari 2018. (tribunjateng/yasmine aulia)

"Saya sempat menghujat pelaku. Lah saat para pelaku tertangkap pada Senin malamnya, saya dapat telepon dan sangat syok sekali. Ternyata salah satu tersangkanya anak saya," ungkap DSP kepada Tribunjateng.com, Rabu (24/1/2018) di Mapolrestabes Semarang.

Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji gelar perkara terhadap kasus pembunuhan driver taksi online di di Mapolrestabes Semarang, Selasa 23/1). Dua pelaku pembegalan perampokan adalah pelajar SMK Negeri di Kota Semarang (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka)
Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol Abioso Seno Aji gelar perkara terhadap kasus pembunuhan driver taksi online di di Mapolrestabes Semarang, Selasa 23/1). Dua pelaku pembegalan perampokan adalah pelajar SMK Negeri di Kota Semarang (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka) (tribunjateng/hermawan handaka)

Ia mengatakan bahwa TKP pembunuhan hanya berjarak 200 meter dari rumahnya.

Baca: Hakim Tertawa Tahu Pedagang Kaki Lima Diangkat Jadi Dewan Pengawas RSUD Kardinah Tegal

TKP pembunuhan terhadap sopir taksi online di Perumahan Bukit Cendana 2, Jalan Cendana Selatan IV RT 3 RW 9, Sambiroto, Tembalang.

"TKP nya tak jauh dari rumah saya. Ya sekitar 200 meter. Cuman anak saya, IBR tinggal di rumah ibu angkatnya di Jalan Lemah Gempal, Barusari, Semarang Selatan," tuturnya. (*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help