Nama SBY Disebut Mirwan Amir dalam Sidang E-KTP, Ini Yang Akan Dilakukan KPK dan Partai Demokrat

Nama mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono disebut dalam sidang kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP

Nama SBY Disebut Mirwan Amir dalam Sidang E-KTP, Ini Yang Akan Dilakukan KPK dan Partai Demokrat
ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK A
Susilo Bambang Yudhoyono berkopiah dan memakai baju koko memberi keterangan pers di kediamannya di kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (14/2/2017) malam. 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Nama mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono disebut dalam sidang kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kamis (25/1/2018). 

Mantan Wakil Ketua Badang Anggaran (Banggar) DPR RI, Mirwan Amir, menyebut nama SBY saat dihadirkan sebagai saksi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Politisi Partai Demokrat itu mengaku pernah menyarankan SBY menghentikan proyek e-KTP.

Menanggapi fakta persidangan tersebut, KPK mengaku belum berencana untuk memanggil mantan presiden ke-6 tersebut.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah, beralasan karena pernyataan Mirwan Amir tersebut baru muncul di persidangan.

"Sampai saat ini belum ada rencana seperti itu karena ini kan muncul di fakta persidangan tadi ya," jelas Febri di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (25/1/2018).

Febri menjelaskan bahwa pada prinsipnya persidangan tersebut untuk membuktikan perbuatan terdakwa Setya Novanto.

Meski begitu, Febri mengungkapkan bahwa JPU KPK akan mencatat setiap fakta persidangan yang muncul.

"Namun jika muncul fakta persidangan tentu saja JPU yang akan melihat setiap rinci proses persidangan," ungkap Febri.

Seperti diketahui, pada persidangan Mirwan Amir mengatakan bahwa dirinya pernah menyarankan SBY untuk menghentikan proyek pengadaan e-KTP di Kementerian Dalam Negeri.

Halaman
1234
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved