TribunJateng/

Pilgub Jateng

Sudirman Said Kunjungi KH Acmad Mantan Wagub Jateng Dapat Pesan Begini

Sudirman Said, Kamis (25/1/2018) pagi, mengunjungi mantan Wagub Jateng era Gubernur Mardiyanto, KH Achmad, di Semarang.

Sudirman Said Kunjungi KH Acmad Mantan Wagub Jateng Dapat Pesan Begini
tribunjateng/m nur huda
Bakal calon gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said, Kamis (25/1/2018) pagi, mengunjungi mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah era Gubernur Mardiyanto, yakni KH Achmad, di Semarang. 

Laporan Wartawan Truibun Jateng, M Nur Huda

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bakal calon gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said, Kamis (25/1/2018) pagi, mengunjungi mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah era Gubernur Mardiyanto, yakni KH Achmad, di Semarang.

Selain pernah menjabat sebagai Wagub Jateng, KH Acmad juga pernah menjabat sebagai Bupati Magelang dan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) Jateng, sekaligus Ketua Pimpinan Wilayah Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jateng itu.

"Alhamdulillah, hari ini bisa silaturahim dengan salah satu tokoh senior di Jateng. Selain berpengalaman di birokrasi, beliau juga banyak pengalaman di ormas. Komplit pengalamannya, dan ini sangat berguna buat saya," kata Sudirman Said.

Pada kesempatan itu, Achmad berpesan agar selalu memperhatikan orang kecil. Salah satunya membuka pintu untuk mendengarkan keluhan masyarakat bawah.

"Dulu zaman saya kalau Lebaran ada open house (halal bil halal) dengan warga masyarakat. Masyarakat dari berbagai kabupaten/kota datang ke Semarang menggunakan bis hanya untuk bersalaman dengan gubernur. Tapi sekarang itu tidak ada lagi," kenang Achmad.

Selain itu, Achmad juga berpesan, agar selalu menjalin silaturahim dengan sebanyak mungkin golongan masyarakat. Dengan silaturahim orang yang tadinya tidak kenal menjadi kenal, yang sudah kenal menjadi lebih akrab, dan yang tadinya tidak suka bisa berubah menjadi suka.

Dia sepakat dengan pendapat Sudirman, bahwa ketika berada di ketinggian atau berkuasa, orang gampang sekali melakukan perubahan ke arah yang lebih baik. Karena kekuasaan, anggaran, dan birokrasi disediakan.

"Kalau tidak ada kepentingan pribadi atau golongan, pemimpin itu gampang sekali kalau ingin melakukan perubahan. Yang sering menghalagi pemimpin melakukan perubahan adalah kepentingan pribadi dan golongannya," tegas Sudirman Said.

Terkait dengan pencalonannya sebagai gubernur Jateng, Achmad mendoakan agar apa yang menjadi keinginan bisa terkabul.(*)

Penulis: m nur huda
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help