Pilgub Jateng

Sudirman Said Merasa Berutang Pada Negara, Ini Ceritanya

Menurutnya, kemiskinan merupakan satu dari tiga permasalahan yang kompleks di Jateng

Sudirman Said Merasa Berutang Pada Negara, Ini Ceritanya
Tribunjateng.com/Mamdukh Adi Priyanto
sekjen partai gerindra, Ahmad Muzani (kiri) bersama dengan bakal calon gubernur jateng, Sudirman said 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,BREBES - Bakal calon Gubernur Jawa Tengah, Sudirman Said, mengatakan jika dirinya dipercaya rakyat untuk memimpin Jateng, dia akan menjadi gubernurnya orang miskin.

"Saya akan jadi gubernurnya orang miskin. Gubernurnya petani, nelayan, dan gubernurnya buruh. Harus ada keberpihakan terhadap mereka," kata Sudirman di depan kader dan pengurus Partai Gerindra saat Rapat Koordinasi Gerindra di Gedung Korpri, Brebes, Sabtu (27/1.2018).

Menurutnya, kemiskinan merupakan satu dari tiga permasalahan yang kompleks di Jateng.

Selain kemiskinan, ketersediaan lapangan kerja dan hak dasar hidup masyarakat, semisal kesehatan dan pendidikan menjadi persoalan yang saat ini dihadapi masyarakat di Jateng.

"Jalan satu- satunya membuat Jateng sejahtera yakni fokus memberikan perhatian penuh kepada masyarakat bawah. Kemiskinan di Jateng menyumbang 15 persen angka nasional. Beberapa kabupaten masuk dalam zona merah, 20 peren lebih angka kemiskinan di Jateng," paparnya.

Pak Dirman, panggilan akrabnya, mengatakan, dirinya tahu betul rasanya miskin. Karena dia lahir dan besar dari keluarga miskin.

"Hanya karena ditolong oleh negara, saya bisa lepas dari kemiskinan," ungkapnya.

Ia bercerita dari pajak yang dibayar rakyat, dirinya dapat beasiswa sehingga bisa sekolah ke tingkat yang lebih tinggi, bahkan sempat dapat beasiswa sekolah ke luar negeri.

Hal ini dianggapnya sebagai utang yang harus dibayar kepada negara dan masyarakat.

"Saya berutang kepada negara dan masyarakat. Karena itu, saya akan bayar utang itu dengan menjadi gubernur yang berpihak pada orang miskin," ulang Pak Dirman.

Meski ada penurunan jumlah penduduk miskin, namun Jateng masih menempati ranking kedua sebagai provinsi dengan angka angka kemiskinan tertinggi secara nasional setelah Jawa Timur. 

Ada 15 kabupaten/kota di Jateng masuk dalam zona merah kemiskinan. Kelima belas kabupaten/kota itu adalah Kabupaten Wonosobo, Kebumen, Brebes, Purbalingga, Rembang, Pemalang, Banjarnegara, Banyumas, Klaten, Sragen, Cilacap, Demak, Purworejo, Grobogan, dan Demak.

Cara Pak Dirman mengatasi kemiskinan adalah dengan mengalokasikan anggaran yang lebih besar untuk masyarakat bawah. Mereka harus difasilitasi agar dapat taraf kehidupannya terangkat.

"Kalau yang bawah terangkat, yang tengah dan atas juga akan terangkat. Jadi dengan mengangkat masyarakat bawah dengan sendirinya yang atas ikut terangkat. Sehingga yang tengah dan atas tidak perlu khawatir jika saya menjadi gubernurnya orang miskin," ujarnya. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help