Fachri Atlet Taekwondo Poomsae Terbaik, Fauzan Kalahkan Fighter dalam Waktu 40 Detik

Sebanyak 476 atlet taekwondo anak-anak dan remaja mengikuti Kejuaraan Taekwondo Walikota Semarang Cup 2018.

Fachri Atlet Taekwondo Poomsae Terbaik, Fauzan Kalahkan Fighter dalam Waktu 40 Detik
tribunjateng/wid
Pertandingan atlet pemula anak-anak dan remaja taekwondo kyorugi atau figter di Kejuaraan Taekwondo Walikota Semarang Cup 2018, Minggu 28 Januari 2018. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Balairung Universitas PGRI Semarang, Minggu pagi (28/1/2018) ramai pengunjung. Iya, sebanyak 476 atlet taekwondo anak-anak dan remaja mengikuti Kejuaraan Taekwondo Walikota Semarang Cup 2018.

Ratusan atlet remaja ikuti Kejuaraan Taekwondo Walikota Semarang Cup 2018 di kampus Universitas PGRI Semarang, Minggu 28 Januari 2018
Ratusan atlet remaja ikuti Kejuaraan Taekwondo Walikota Semarang Cup 2018 di kampus Universitas PGRI Semarang, Minggu 28 Januari 2018 (tribunjateng/wid)

Sorak sorai menggema di balairung itu tatkala disuguhkan atraksi yang mendebarkan. Sejumlah remaja yang tergabung dalam N-Lions Taekwondo dari Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman Bogor tampil memukau di hadapan ratusan penonton.

Tepuk tangan sorak sorai terus membahana saat atraksi mendebarkan dan menakjubkan disuguhkan oleh tim taekwondo N-Lions dari Bogor yang diiringi lagu Not Today BTS, Korsel tersebut.

Itulah hiburan acara pembukaan Kejuaraan Taekwondo Walikota Semarang Cup 2018 kerjasama Pengkot Taekwondo Kota Semarang, UPGRIS dan Dispora.

Fauzan satu diantara atlet pemula peraih medali emas di kyorugi atau fighter taekwondo di UPGRIS. Kejuaraan Taekwondo Walikota Semarang Cup 2018 ini diikuti oleh 476 atlet pemula anak-anak dan remaja, Minggu 28 Januari 2018.
Fauzan satu diantara atlet pemula peraih medali emas di kyorugi atau fighter taekwondo di UPGRIS. Kejuaraan Taekwondo Walikota Semarang Cup 2018 ini diikuti oleh 476 atlet pemula anak-anak dan remaja, Minggu 28 Januari 2018. (tribunjateng/wid)

Kejuaraan Taekwondo Walikota Semarang Cup baru pertama digelar. Ajang dengan mengambil tema Generasi Berani Berprestasi dibuka oleh Nur Syamsi Kabid Olahraga Dinpora Kota Semarang diikuti oleh 476 atlet dari 30 dojang atau perguruan atau kontingen. Acara pembukaan juga disaksikan oleh Wakil Rektor III UPGRIS Bidang Kemahasiswaan Supriyono serta pengurus Taekwondo Pengkot Semarang.

Ketua Panitia Helmi Fadli menjelaskan, ada tiga kelas pemula dan prestasi yaitu kyorugi atau fighter, poomsae atau peragaan jurus taegeuk, dan kyokpa.

Ratusan penonton saksikan pertandingan Kejuaraan Taekwondo Walikota Semarang Cup 2018 di Universitas PGRI Semarang, Minggu 28 Januari 2018
Ratusan penonton saksikan pertandingan Kejuaraan Taekwondo Walikota Semarang Cup 2018 di Universitas PGRI Semarang, Minggu 28 Januari 2018 (tribunjateng/wid)

Dalam pemaparan saat pembukaan, Nur Syamsi katakan, ada 150 dojang atau perguruan di Kota Semarang. "Itu pertanda kaderisasi dan pembinaan olahraga cabang Taekwondo sangat bagus. Tidak akan kehabisan atlet di Kota Semarang. Dan ini sebagai bagian untuk mewujudkan Semarang sebagai kota atlet," tegas dia disambut tepuk tangan meriah.

Anak-anak yang mengikuti olahraga taekwondo akan terbentuk jiwa pemberani, jujur, tanggungjawab dan tentu saja disiplin. Ini sangat penting ditanamkan pada anak-anak generasi muda, terlebih di zaman sekarang.

Pantauan tribunjateng.com di lapangan, ada tiga gelanggang atau karpet yang masing-masing ada tim juri profesional dari pengurus Jawa Tengah. Arena beralas matras itu di lapangan A untuk fighter atau kyorugi pemula, B untuk kyorugi pemula, sedangkan lapangan C untuk poompsai dilanjutkan kyorugi prestasi.

Beberapa saibem atau pelatih dari dojang-dojang menyatakan kegembiraannya karena atlet yang mereka kirim banyak meraih medali.

Baca: VIDEO Atraksi Taekwondo Kyokpa Siswa BBS Semarang Mengagumkan

"Alhamdulillah hampir semua atlet pemula kita meraih medali emas. Sedangkan atlet prestasi lumayan juga. Poomsae kita banyak mendulang medali emas. Dan Fachri atlet kita poomsae menjadi atlet terbaik sebagaimana diumumkan panitia di akhir pertandingan," kata Teguh pelatih sekaligus pemimpin dojang SBI Klipang kepada tribunjateng.com.

Demikian juga Sabeum Anwar yang memuji keberhasilan anak asuhnya. "Bagus dan ada peningkatan drastis. Power tendangan sudah tampak sehingga bisa selesaikan pertandingan lebih cepat. Itu Fauzan juga raih medali emas nggak nyampe semenit. Tendangan drail (berturut-turut) disertai power lebih cepat kumpulkan nilai," kata Anwar pelatih atau Sabeum kyorugi SBI Klipang.

Baca: Bersaing Ketat dengan Jawa Barat, Taekwondo Jateng Rebut Dua Emas di Popnas 2017

Secara keseluruhan acara berlangsung lancar dan tertib dan tidak ada insiden atau atlet luka. Meski ada beberapa atlet anak-anak yang menangis karena kecewa kalah itu hal biasa. Para orangtua atau pendamping atlet saksikan pertandingan dari tribun di lantai tiga, sedangkan pertandingan di lantai dua. Mobil ambulans stand by di depan pintu masuk balairung. Pertandingan dimulai sekitar pukul 08.00 dan selesai pukul 15.00. (tribunjateng/wid)

Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help