TribunJateng/

Ikuti Lombok Youth Camp, Mahasiswa IAIN Salatiga Terbaik di Bidang Kebersihan

Lombok Youth Camp 2018 dipusatkan di area pantai Klui, Desa Malakka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

Ikuti Lombok Youth Camp, Mahasiswa IAIN Salatiga Terbaik di Bidang Kebersihan
ISTIMEWA
Wildan (kiri) mahasiswa IAIN Salatiga menjadi yang terbaik di bidang kebersihan saat Lombok Youth Camp, pada 21-25 Januari lalu 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Wildan Nur Hidayat dari jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan (FTIK) IAIN Salatiga berhasil menjadi peserta terbaik dalam bidang kebersihan pada acara Lombok Youth Camp 2018, Kamis (25/1/2018) lalu.

Lombok Youth Camp 2018 sendiri dilaksanakan 21-25 Januari 2018 dipusatkan di area pantai Klui, Desa Malakka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara.

“Dengan mengikuti LYC 2018 ini kami mendapat ilmu pengetahuan tentang nilai-nilai Islam yang rahmatan lil ‘alamin, selain itu kami mendapat kesempatan mengunjungi tempat ibadah agama lain yang dikelilingi masyarakat muslim dan tidak ada perselisihan antar umat beragama,” ujar Wildan seperti disampaikan Humas IAIN, M Zidni pada Selasa (30/1/2018).

Sejumlah 200 peserta yang datang adalah hasil seleksi 1.921 pendaftar dari seluruh Perguruan Tinggi Islam Negeri /Swasta (PTKIN/S) di Indonesia.

Dengan mengusung judul Lombok Youth Camp For Peace Leader, program ini merupakan kegiatan perkemahan nasional bagi mahasiswa muslim yang diselenggarakan oleh Nusa Tenggara (NC) Mataram bekerjasama dengan Pusat Pengkajian Islam dan Masyarakat (PPIM) UIN Jakarta dan UNDP (United Nation Development Program).

Kegiatan LYC 2018 ini peserta dapat mengikuti kemah, sesi panel majelis harmoni, mentoring, focus grup discussion (FGD), api unggun, atraksi budaya, gala dinner, out bound, site visit ke area wisata, bhakti sosial, dan kegiatan-kegiatan lainnya.

Program Lombok Youth Camp dimaksudkan untuk mengembangkan serta memperkuat wawasan keindonesiaan, keislaman, nilai-nilai bina damai sekaligus mengembangkan berbagai upaya nyata untuk mencegah kekerasan, radikalisme dan ekstrimisme di kalangan pemuda.

Selain itu, program ini juga untuk memfasilitasi aktivis kampus dalam membangun kerjasama lintas organisasi kemahasiswaan di PTKIN/S dalam mengkampanyekan nilai-nilai Islam yang rahmatanlil ‘alamin.

Di antara 200 peserta tersebut, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Salatiga yang berhasil melewati proses seleksi yaitu Wildan Nur Hidayat jurusan Pendidikan Agama Islam, Winarni Wahyu Ningsih jurusan Tadris Bahasa Inggris, dan Aufi Millatuzzuhriyah jurusan Ilmu Pengetahuan Alam dari Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, serta Sofiyatun berasal dari jurusan Sejarah Peradaban Islam Fakultas Ushuluddin dan Adab Humaniora.

Perwakilan IAIN Salatiga menjadi salah satu 10 perguruan tinggi dengan jumlah pendaftar terbanyak dari 57 perguruan tinggi.

Sementara itu, Winarni Wahyu Ningsih menyampaikan kesannya bahwa kegiatan LYC 2018 luar biasa. Winarni mengaku tidak menyangka bisa menjadi delegasi dan mengalahkan 1.921 orang yang mendaftarkan acara tersebut.

“Alhamdulilah banyak sekali ilmu yang kami dapat. Mulai dari kedisiplinan, ilmu agama, ilmu tentang perdamaian, dan toleransi,” kata Winarni.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswan dan Kerjasama Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan Ahmad Maemun, mengatakan sangat mengapresiasi terpilihnya perwakilan mahasiswa IAIN Salatiga dalam acara Lombok Youth Camp 2018.

“Kita patut bangga dengan semangat mahasiswa IAIN Salatiga untuk mendaftar program tersebut, dan semoga ilmu yang didapat dalam acara tersebut dapat dimanfaatkan serta diaplikasikan di lingkungan kampus maupun lingkungan masyarakat,” terangnya.

Penulis: ponco wiyono
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help