Jalur Pendakian Merbabu via Cuntel Ditutup Sepanjang Februari

Jalur pendakian Gunung Merbabu via Cuntel, Desa Kopeng Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang ditutup Februari

Jalur Pendakian Merbabu via Cuntel Ditutup Sepanjang Februari
tribunjateng/ponco wiyono
Jalur pendakian Gunung Merbabu via Cuntel, Desa Kopeng Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang ditutup mulai Kamis (1/2/2018) hingga 28 Februari 

Laporan wartawan Tribun Jateng, Ponco Wiyono

TRIBUNJATENG.COM, SALATIGA - Jalur pendakian Gunung Merbabu via Cuntel, Desa Kopeng Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang ditutup mulai Kamis (1/2/2018) hingga 28 Februari 2018.

Hal ini mebuat empat orang pendaki asal Jawa Timur terpaksa mengalihkan objek ke tempat lain, meski sebenarnya mereka sudah sampai di pos pendakian setempat.

Mendaki gunung Merbabu dari jalur Gancik Boyolali akan tampak pemandangan keindahan Gunung Merapi, Sabtu (29/7/2017)
Mendaki gunung Merbabu dari jalur Gancik Boyolali akan tampak pemandangan keindahan Gunung Merapi, Sabtu (29/7/2017) (TRIBUNJATENG/RIVAL ALMANAF)

"Kepada kami mereka mengaku sudah tahu akan ada penutupan namun mereka penasaran barangkali masih boleh. Namun tetap kami tegaskan tidak sehingga mereka harus balik dan sekarang beralih ke Gunung Andong," jelas petugas tiket Pungutan Negara Bukan Pajak (PNPB) Taman Nasional Gunung Merbabu di pos Cuntel, Widarto, Kamis siang.

Widarto menyebutkan, sebelum penutupan ada dua pendaki yang turun dari Gunung Merbabu melalui jalur pendakian Cuntel. Menurutnya, kedua pendaki tersebut telah naik sehari sebelumnya.

"Kecuali ada izin penelitian tidak akan kami izinkan naik, seperti tadi juga ada yang naik juga untuk melakukan penelitian anggrek. Permohonan masuk harus membawa surat izin masuk kawasan konservasi (Simaksi) dari balai taman nasional," sambungnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Pencinta Alam (KPA) Pinoes Getasan Suryo Sigit mengatakan penjagaan akan digalakkan selama jalur pendakian ditutup. Pihaknya bersama anggota relawan akan bergantian dalam penjagaan maupun patroli Gunung Merbabu.

Menurutnya, kegiatan patroli tidak hanya ditujukan untuk menghalau pendaki, melainkan juga untuk mengetahui keadaan alam sekitar. Petugas akan melakukan perbaikan jalur yang terhalang semak-semak atau pohon tumbang, serta pengecatan ulang akibat ulah vandalisme di pangkalan pendakian Cuntel.

"Termasuk mencatat hewan maupun burung yang ada di Gunung Merbabu dilaporkan ke balai taman nasional Gunung Merbabu," tutur Sigit.

Kepala Resort Kopeng Seksi Pengelolaan Taman Nasional Wilayah I di Kopeng Sukidi sendiri mengatakan, penutupan ini demi perbaikan ekosistem. Hal ini agar tanaman biar tumbuh maupun satwa yang ada tidak terganggu.

"Akan ada banyak yang terlibat dalam kegiatan positif bersih-bersih gunung maupun perbaikan jalur ini. Antara lain Masyarakat Peduli Api (MPA), Masyarakat Mitra Polhut (MMP) maupun pengiat lingkungan," kata Sukidi. (*)

Penulis: ponco wiyono
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help