Pilgub Jateng

Ganjar Bicara Soal Jurus Copet Agar Perolehan Suara Rontok : Itu Ada Ilmunya

"‎Hitungan suara berubah di tingkat atas itu bisa saja terjadi, jurus copet biar suara gogrok (rontok) itu ada ilmunya

Ganjar Bicara Soal Jurus Copet Agar Perolehan Suara Rontok : Itu Ada Ilmunya
Tribunjateng.com/Raka F Pujangga
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, menghadiri pengukuhan Komisi Saksi Nasdem (KSN) Daerah se-Jateng, di Hotel New Puri Garden, Semarang, Sabtu (3/2/2018).‎ 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Saksi di tempat pemungutan suara (TPS) memiliki peran penting dalam mengamankan suara.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, disela-sela pembentukan Komisi Saksi Nasdem (KSN) Daerah se-Jateng, di Hotel New Puri Garden, Semarang, Sabtu (3/2/2018).

Menurut Ganjar, banyak cara yang bisa digunakan lawan politik untuk mencuri suara sehingga penghitungan bisa berubah di tingkat yang lebih tinggi.

"‎Hitungan suara berubah di tingkat atas itu bisa saja terjadi, jurus copet biar suara gogrok (rontok) itu ada ilmunya, makanya kita perlu mengamankan itu," jelasnya.

Sudah menjadi tugas dari saksi untuk mengawal terus suara yang diperoleh agar tidak hilang 'dicopet'.

Pihaknya menyambut baik, sejumlah partai termasuk Nasdem untuk ikut bergabung mengusungnya menjadi gubernur periode berikutnya.

"‎Tidak cuma saksi, politisi juga harus mengerti teknis Pemilu untuk memantapkan," ujar dia.

Sementara itu, Korwil Nasdem Jateng dan DI Yogyakarta, Lestarie Moerdijat‎ menjelaskan, saksi di TPS akan menjadi perhatian khusus untuk pemenangan Pemilu mendatang.

Berdasarkan pengalamannya pada Pileg 2014 lalu, Nasdem kecolongan tiga kursi Dapil IV, V, dan X di Jawa Tengah ini.

Kegagalan mendapatkan kursi itu, kata dia, satu di antara Dapil tersebut ada yang hanya kalah selisih 12 suara saja.

"Itu terjadi karena kehadiran saksi Nasdem di TPS itu hanya 20 persennya saja, membuat kita kehilangan suara," katanya.

Pihaknya berkomitmen, kesalahan tersebut tidak akan terulang pada Pileg 2019 mendatang.

"Karena kami akan menyiapkan 250 ribu saksi, atau sama dengan dua saksi per TPS-nya," ucap dia. (*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help