TribunJateng/

Kapolda Jateng : Sitaan Beras di Cilacap Mirip Hasil Ungkap Polrestabes Semarang

beras hasil manipulasi tersebut hendak didistribusikan ke daerah Jawa Barat dengan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

Kapolda Jateng : Sitaan Beras di Cilacap Mirip Hasil Ungkap Polrestabes Semarang
Tribunjateng.com/Hermawan Handaka
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Condro Kirono sedang melihat beras sitaan yang dilakukan oleh gabungan Tim Satgas Pangan di Aula Ditreskrimsus Polda Jateng Jalan Sukun Raya No.46, Srondol Wetan, Banyumanik, Kota Semarang, Jawa Tengah, Senin (5/2). (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Akhtur Gumilang

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Kapolda Jawa Tengah (Jateng) Irjen Pol Condro Kirono mengatakan, bahwa hasil penyitaan beras di Kabupaten Cilacap serupa dengan kasus yang diungkap Polrestabes Semarang beberapa waktu lalu.

Diberitakan sebelumnya, Polrestabes Semarang berhasil menggagalkan 48 ton beras ilegal yang hendak dikirimkan ke Kalimantan Selatan, Banjarmasin

Beras dari Bulog Divre Jateng tersebut sebenarnya dipergunakan untuk Operasi Pasar (OP) wilayah Pati, Demak, dan Semarang.

Semantara pada kasus ini, diketahui beras hasil manipulasi tersebut hendak didistribusikan ke daerah Jawa Barat dengan melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Rekanan Mitra ini mendapat beras seharga Rp. 8.100 per kilogram. Tapi mereka ubah kemasannya sehingga menjadi harga Rp. 10 ribu. Beras manipulasi ini hendak disebar ke Sukabumi dan Cianjur," jelas Irjen Pol Condro kepada Tribunjateng.com, Senin (5/2/2018).

Rekanan mitra bulog tersebut adalah Gudang Beras RMU Berkah milik pelaku berinisial S.

Gudang Beras RMU Berkah terletak di Dusun Suren RT 01 Rw 03, Desa Tambakreja, Kecamatan Kedung Reja, Kabupaten Cilacap.

Pada bulan Januari 2018 lalu, Setidaknya Gudang Beras RMU Berkah mengambil 151 Ton dari Bulog Jateng.

Gudang Beras RMU Berkah mendapat keuntungan atas hasil manipulasi berasnya sebesar Rp. 288 Juta lebih di bulan lalu.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Direskrimsus) Polda Jateng Kombes Pol Lukas Akbar Abriari mengungkapkan, beras hasil manipulasi itu ternyata memiliki perbedaan meski sama-sama didapat dari Bulog.

"Beras manipulasi itu memang hasil polesan. Berasnya udah diproses Rice Mile (pembersihan beras) sehingga warnanya tampak lebih putih dan cerah ketimbang sebelum dipoles," pungkas Lukas.

Menurutnya, hasil polesan itu sebenarnya sama-sama merupakan beras dari Bulog Jateng.

Namun setelah dipoles, rekanan mitra tersebut malah memanipulasi kemasan karung beras dengan label "beras Istimewa" dan "Premium".

"Otomatis kalo kemasan karungnya seperti itu, harganya tentu berbeda dari beras Bulog Jateng untuk OP dan melebihi HET," paparnya.(*)

Penulis: Akhtur Gumilang
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help