Kemudahan Akses Pemodalan Picu Pertumbuhan UMKM di Jateng

Dalam setahun selama 2017, jumlah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Pemerintah Provinsi Jateng bertambah 17.928 unit

Kemudahan Akses Pemodalan Picu Pertumbuhan UMKM di Jateng
TRIBUN JATENG/M SYOFRI
Pekerja membuat kerajinan bordir di Desa Pedurenan Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus, baru-baru ini. Saat ini jumlah pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Kretek ini mencapai 13.750 unit. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Nur Huda
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Dalam setahun selama 2017, jumlah Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) binaan Pemerintah Provinsi Jateng bertambah 17.928 unit dengan penambahan tenaga kerja mencapai 126.688 orang.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jateng, Emma Rachmawati mengungkapkan, sampai akhir tahun 2017 jumlah UMKM binaan mencapai 133.679 unit, dengan jumlah tenaga kerja telah mencapai 918.455 orang.

"Untuk aset telah mencapai Rp 26.249 miliar, dengan perkembangan omset mencapai Rp 49.247 miliar," kata Emma, Senin (5/2/2018).

Angka tersebut mengalami peningkatan drastis dibanding tahun 2016 sejumlah 115.751 unit dengan jumlah tenaga kerja telah mencapai 791.767 orang. Adapun, UMKM tersebut meliputi UMKM produksi, UMKM perdagangan, UMKM jasa, dan UMKM pertanian.

Emma juga menyebut, jika dibanding awal RPJMD Pemprov Jateng di tahun 2013 lalu, ada peningkatan cukup besar. Yakni pada 2012 jumlah UMKM binaan sebanyak 80.583 unit dengan jumlah tenaga kerja 345.622 orang. Sementara dari sisi aset, tahun 2013 hanya Rp 9,364 miliar dan omsetnya Rp 18.792 miliar.

"Dalam empat tahun, jumlah UMKM binaan Pemprov Jateng melesat dari 80 ribu unit menjadi 133 ribu unit. Dengan kemudahaan modal dan pendampingan, omzet pun naik hingga drastis," katanya.

Menurutnya, kenaikan jumlah UMKM binaan, tenaga kerja, aset dan omset itu, disebabkan adanya kemudahan akses permodalan oleh pelaku usaha mikro. Salah satunya melalui Kredit Mitra Jateng dari Bank Jateng yang menawarkan bungan ringan, tanpa agunan dan bebas biaya administrasi.

"Kredit bisa diajukan perorangan ataupun kelompok dengan plafon Rp2 juta hingga Rp25 juta," ujarnya.

Selain soal permodalan, juga ada fasilitas pemasaran secara online melalui sadewa mart (www.cyberumkm.com). Aplikasi e-commerce ini memiliki sejumlah keunggulan yakni pendampingan 12 konsultan gratis seperti bank, pemasaran, pengemasan dan lainnya bagi UMKM.

"Adanya berbagai kemudahan untuk UMKM tersebut, terbukti bahwa perkembangan UMKM di Jateng cukup pesat," katanya.

Terpisah, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengatakan, peningkatan kapasitas dan kualitas SDM para pelaku UMKM memang menjadi prioritas. Baik melalui pelatihan, pengembangan bisnis, pendampingan serta bantuan modal kerja.

Pelatihan yang diberikan dapat memberikan pengetahuan dan keterampilan pada masyarakat. Hal ini supaya mengenal dan memahami bagaimana mengelola produk UMKM yang memiliki potensi pasar yang besar. (*)

Penulis: m nur huda
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help