TribunJateng/

Lalui Genangan Air, Satpol PP Harus Lepas Sepatu Menuju Eks Lokalisasi di Pantura Kabupaten Tegal

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tegal terus melakukan patroli rutin di beberapa eks lokalisasi prostitusi di kawasan Pantura

Lalui Genangan Air, Satpol PP Harus Lepas Sepatu Menuju Eks Lokalisasi di Pantura Kabupaten Tegal
Istimewa
Petugas Satpol PP menenteng sepatu saat melewati genangan ketika berpatroli di eks lokalisasi di Pantura Kabuapten Tegal. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Mamdukh Adi Priyanto

TRIBUNJATENG.COM,SLAWI - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tegal terus melakukan patroli rutin di beberapa eks lokalisasi prostitusi di kawasan Pantura.

Patroli rutin digalakan untuk memastikan agar bisnis esek- esek itu tidak menggeliat kembali setelah ditutup Pemerintah Kabupaten Tegal beberapa waktu lalu.

Kepala Bidang Tramtibum Satpol PP, Susworo, mengatakan, patroli dilakukan untuk mencegah munculnya kembali penyakit masyarakat (pekat).

"Ada dua tim yang melakukan patroli secara bergantian untuk setiap harinya," jelasnya, Senin (5/2/2018).

Pada Minggu (4/2/2018) kemarin, petugas Satpol PP harus melepaskan sepatu mereka saat melakukan patroli di eks lokalisasi Peleman.

Dalam foto yang diunggah akun twitter @PolPP_Tegalkab beberapa petugas Satpol PP tampak menenteng sepatu mereka melewati genangan air.

Pada pantauan giat patroli Minggu itu, kondisinya relatif sepi.

"Tidak ditemukan adanya aktivitas mencurigakan yang menjurus ke praktik prostitusi," ungkapnya.

Meski demikian, pihaknya akan terus memantau titik- titik rawan aktivitas prostitusi terselubung.

Seperti diketahui, Pemkab Tegal telah menutup beberapa lokalisasi secara permanen pada Mei 2017 lalu.

Lokalisasi yang telah ditutup antara lain Turunan di Desa Maribaya, Gang Sempit di Desa Kramat, dan Wandan di Desa Munjungagung Kecamatan Kramat. Serta tempat prostitusi Peleman di Desa Sidaharjo, Kecamatan Suradadi.

Jumlah PSK di Peleman sebanyak 208 orang, Wandan 113 orang, Gang Sempit sebanyak 49 orang, dan di Turunan sebanyak 54 orang.

Para ekspenghuni mendapatkan bantuan berupa alat masak atau alat penunjang wirausaha serta bantuan uang senilai Rp 5,500 juta perorang. (*)

Penulis: mamdukh adi priyanto
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help