Penyair Asal Inggris Julie Silvester Kagumi Keindahan Alam Bumijawa Slawi

Julie mengaku sangat mencintai Indonesia, terutama karena keanekaragaman alam dan keramahtamahan penduduknya.

Penyair Asal Inggris Julie Silvester Kagumi Keindahan Alam Bumijawa Slawi
TRIBUN JATENG/BARE KINGKIN KINAMU
Julie Silvester berpose sebelum Bumijawa Festival 2018 di Desa Cempaka, Kecamatan Bumijawa, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, Minggu (4/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Julie Silvester, penyair asal Inggris, berpartisipasi dalam acara Bumijawa Festival 2018 di Kabupaten Tegal, Minggu (4/2/2018) malam.

Dia menampilkan musikalisasi puisi yang berkolaborasi dengan seniman asal Tuban dan mancanegara lainnya.

"Never new a passion could taste this sweet/There're whole islands could get inside your heart beats/Never knew people you could love and old/Strangers who'd pick you up, if you fall by smiling," tutur Julie membacakan puisinya kepada Tribunjateng.com seusai pentas.

Dia mengaku sangat mencintai Indonesia.

Terutama karena keanekaragaman alam dan keramahtamahan penduduknya.

"Puisi tersebut terinspirasi sewaktu saya mulai tinggal di Bali," tuturnya.

Ini kali pertama Julie datang ke Bumijawa, Kabupaten Tegal.

Dia menyebut lirik dalam puisi tersebut menggambarkan perasaannya kepada Bumijawa.

"This is my passion," terangnya sembari menunjuk Tuk Mudal dan kerindangan pohon di Desa Cempaka.

Ia senang Tebo Aumbara mengajaknya menjadi bagian dari tim yang bertolak dari Bali ke Bumijawa.

Tebo adalah seniman kontemporer asal Ubud yang ikut tampil dalam Bumijawa Festival.

"Tebo Aumbara mempersatukan sembilan orang dari berbagai negara untuk ikut berkontribusi di Bumijawa Festival 2018 ini," imbuh Julie.

Di Bumijawa Festival, Tebo menampilkan The Devine Tuk Pitu bersama semua seniman yang hadir.

Julie menegaskan bukan hanya Bali yang memiliki keindahan alam.

"Bumijawa ke depannya pasti juga ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun luar negeri," terang dia.

Adapun Tebo Aumbara mengungkapkan keinginan agar festival ini rutin diadakan.

"Festival ini merupakan satu kesatuan. Ada elemen air, tanah, udara, dan api. Semua menjadi satu yakni keragaman kekayaan alam. Itulah kenapa juga ada seniman mancanegara juga yang ikut diacara ini, bisa menyatu dengan seniman Indonesia membentuk keindahan alam," tutur Tebo.

Bagi Tebo, Julie merupakan penyair yang konsisten.

Julie menyatakan keluarganya di Inggris sangat mendukung keputusan dia tinggal di Indonesia.

"Adik saya baru saja berkunjung ke Bali. Tentu saya akan selalu menulis puisi dan traveling," terang Julie.

Julie telah delapan tahun hidup di Bali.

Ia memutuskan akan menghabiskan masa hidupnya di Indonesia.

"Panggilan jiwa saya dalam menulis puisi ada di Indonesia," tutur Julie.

Mengenakan pakaian adat Bali di festival ini, Julie ingin memperlihatkan bahwa Indonesia kaya akan keragaman budaya. (*)

Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: abduh imanulhaq
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help