Siti Masitoh Bacakan Puisi Bertema Antikorupsi di Depan Para Pejabat

Ia menjelaskan jika puisi bertema antikorupsi tersebut sesuai dengan acara KPKNL

Siti Masitoh Bacakan Puisi Bertema Antikorupsi di Depan Para Pejabat
Tribunjateng.com/Bare Kingkin Kinamu
Siti Masitoh (24) saat membacakan puisi bertema anti, korupsi di Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Tegal, Selasa (6/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu

TRIBUNJATENG.COM, TEGAL - Siti Masitoh (24), juara dua puisi Tegalan 2013, membacakan puisi "Si Korup" dalam acara yang diselenggarakan oleh Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) di acara perencanaan Pembangunan Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), di KPKNL Kota Tegal Jalan KS Tubun No. 12, Selasa (6/2/2018).

Ia membacakan di tengah hadirin, yakni Plt Wali Kota Tegal Nursholeh, Ketua KPKNL Tegal Dwi Hariyanto, Ombudsman Republik Indonesia Sabarudin Hulu, dan para tamu undangan.

Inilah cuplikan puisi yang dibawakan Siti Masitoh:

Tapi tidak diduga dan disangka-sangka
Uang ayahku yang tak bisa dihitung
Ternyata didapat dari korupsi uang negara
Sampai ayahku diusut oleh KPK
Rakyat dan mahasiswa akhirnya berdemo
Mengejek bernyanyi
Dimatanya, rupiah
Dimulutnya, rupiah.

Siti Masitoh juga mempraktikan gerak treatikal di acara tersebut.

Ia menempelkan lembaran uang di jidat sebagai simbolis korupsi yang telah dilakukan sang ayah pada puisi yang dibacakannya.

"Wah, saya juara lomba puisi saat masih mahasiswa," terang Siti Masitoh kepada Tribunjateng.com usai acara.

Ia adalah alumni sastra Indonesia Universitas Pancasakti (UPS).

Ia menjelaskan jika puisi bertema antikorupsi tersebut sesuai dengan acara KPKNL hari ini, yakni menjadi kantor yang berintegritas melayani masyarakat dan bebas dari korupsi.

Acara berlangsung lancar, Masitoh mendapatkan applause dari para hadirin atas aksi pembacaan puisi dengan treatikal. (*)

Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help