Kasus Pembunuhan

Apa Kabar Dua Pelajar Pembunuh Driver Taksi Online Setelah 15 Hari Ditahan?

Berkas perkara dua tersangka pembunuhan driver taksi online di Sambiroto, Tembalang, telah dilimpahkan ke Kejari

Apa Kabar Dua Pelajar Pembunuh Driver Taksi Online Setelah 15 Hari Ditahan?
TRIBUNJATENG/HERMAWAN HANDAKA
GELAR PERKARA - Kapolrestabes Semarang, Kombes Polisi Abiyoso Seno Aji saat melakukan gelar perkara terhadap kasus pembunuhan driver taksi online di Kapolrestabes Semarang, Selasa 23/1). Dua pelaku (pakai penutup kepala) dan sejumlah barang bukti ikut ditunjukkan dalam gelar perkara tersebut. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Radlis

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Berkas perkara dua tersangka pembunuhan driver taksi online di Sambiroto, Tembalang, telah dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Semarang.

Pelimpahan ini dilakukan tepat di hari terakhir penahanan tersangka khusus anak di bawah umur.

Berdasarkan Undang Undang nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Anak, masa penahanan di penyidik kepolisian maksimal 15 hari.

Kedua tersangka yaitu IBR dan DIR yang masih duduk di bangku SMK di Kota Semarang ini telah ditahan sejak 23 Januari 2018.

Kasi Pidum Kejari Semarang, Bambang Rudi Hartoko, membenarkan berkas perkara kedua tersangka telah dilimpahkan.

HEBOH REKONSTRUKSI - Proses rekonstruksi di Perumahan Bukit Cendana 2, Jalan Cendana Selatan IV RT 3 RW 9, Sambiroto, Tembalang, lokasi penemuan mayat Deni sopir taksi online, yang dihabisi nyawanya oleh dua pelajar, Jumat (26/1/2018) sekitar pukul 09.50 WIB
HEBOH REKONSTRUKSI - Proses rekonstruksi di Perumahan Bukit Cendana 2, Jalan Cendana Selatan IV RT 3 RW 9, Sambiroto, Tembalang, lokasi penemuan mayat Deni sopir taksi online, yang dihabisi nyawanya oleh dua pelajar, Jumat (26/1/2018) sekitar pukul 09.50 WIB (tribunjateng/Akhtur Gumilang)

Dari informasi yang didapat Tribunjateng.com, kedua tersangka sudah dipindah penahanannya di ruang tahanan khusus anak Lapas Kedungpane, Kota Semarang.

"Iya, hari ini," ujar Bambang singkat, Rabu (7/2/2018).

Sementara itu, Plt Kepala Bapas Semarang, Hadi Prasetyo mengatakan, anak yang terjerat kasus hukum akan didampingi mulai dari proses penyidikan hingga saat menjalani masa hukuman.
Pendampingan ini wajib dilakukan oleh Bapas.

"Kami dampingi mulai dari proses penyidikan, peradilan hingga putusan," katanya.

Halaman
12
Penulis: muh radlis
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved