TribunJateng/

Begini Cara Pemkab Batang untuk Menggenjot Laju Perekonomiannya

Pemkab memiliki beberapa program guna baik dari segi Usaha Mikro Kecim Menengah (UMKM) ataupu investor.

Begini Cara Pemkab Batang untuk Menggenjot Laju Perekonomiannya
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Rapat koordinasi yang dilaksanakan di ruang rapat DPMPTSP dan Naker bersama Komisi E Provinsi Jateng, Rabu (7/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Melihat kondisi perekonomian Kabupaten Batang yang terus merangkak naik, membuat Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker) bersama Komisi E Provinsi Jateng mengadakan rapat koordinasi.

Rapat koordinasi yang dilaksanakan di ruang rapat DPMPTSP dan Naker tersebut bertujuan mengkaji dan mengembangkan peningkatan perekonomian masyarakat, Rabu (7/2/2018).

Dalam hal menumbuhkan perekonomian, Pemkab memiliki beberapa program guna baik dari segi Usaha Mikro Kecim Menengah (UMKM) ataupu investor.

Diterangkan Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP dan Naker)  Sri Purwaningsih, selain menggenjot program 1.000 wirausahawan baru pihaknya juga optimis pertumbuhan perekonomian di Kabupaten Batang akan terus tumbuh.

"Untuk menunjang dan menyukseskan program 1.000 wirausahawan baru, setiap dinas di Batang diberikan jatah untuk membimbing 200 pelaku wirausahan," ujarnya.

Baca: Bupati Batang Wihaji Pacu Geliat Perekonomian Pelaku UMKM

Langkah Pemkab guna mempercepat pertumbuhan perekonomian di nilai oleh Sri sangat progresif.

"Karena Pemkab sudah masuk ke Provinsi dan Pemerintah Pusat terkait perijinan Investor ataupun UMKM, tujuanya satu untuk percepatan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Batang," paparnya.

Ia menambahkan ada beberapa perusahaan yang melakukan konsultasi ke pihaknya untuk membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Batang.

"Ada beberapa perusahaan yang berkonsultasi ke kami, adapun 6 Perusahaan Milik Asing (PMA) dan 10 Perusahaan Milik Daerah (PMDA), jika perusahaan tersebut hadir di Batang pastinya akan menyerap tenaga kerja yangvluar biasa," terangnya.

Namun Sri meminta agar perusahaan yang ada di Batang untuk mendata jumlah pekerja yang merupakan asli masyarakat Batang.

"Data tersebut digunakan untuk mengetahui berapa tenaga kerja yang merupakan orang asli Batang terserep di perusahaan tersebut," pungkasnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help