TribunJateng/

Bank Syariah Bukopin Semarang, Optimistis Himpun Dana Masyarakat Rp 60 Miliar Pada Tahun Ini

Jika tahun 2017 lalu targetnya hanya Rp 20 miliar, pihaknya menargetkan meningkat menjadi Rp 60 miliar pada 2018.

Bank Syariah Bukopin Semarang, Optimistis Himpun Dana Masyarakat Rp 60 Miliar Pada Tahun Ini
TRIBUN JATENG/RAKA F PUJANGGA
Manajer Pelayanan dan Operasi Bank Syariah Bukopin Cabang Semarang, Faisal Bintang melayani pembukaan rekening baru hanya dengan setoran awal sebesar Rp 50 ribu, di Jalan Gajahmada Semarang, Kamis (8/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Raka F Pujangga

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Bank Syariah Bukopin (BSB) Cabang Semarang menargetkan dapat menggenjot penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) hingga tiga kali lipat pada tahun 2018.

Manajer Pelayanan dan Operasi Bank Syariah Bukopin Cabang Semarang, Faisal Bintang menjelaskan,‎ penghimpunan DPK menjadi fokus bank syariah tersebut pada tahun ini.

Jika tahun 2017 lalu targetnya hanya Rp 20 miliar, pihaknya menargetkan meningkat menjadi Rp 60 miliar pada 2018.

"‎Untuk mencapainya target tersebut, berarti pada semester I-2018 minimal DPK yang dihimpun mencapai Rp 40 miliar," kata dia, Kamis (8/2/2018).

Baca: BURUAN! Bukopin Syariah Masih Buka Kesempatan Nabung Rp 500 Juta Gratis Umroh

Faisal optimistis, pihaknya dapat mencapai target tersebut karena melihat tren kenaikan DPK pada Januari 2018.

Selama satu bulan kemarin, pihaknya telah mengalami kenaikan mencapai 4-5 persen dibandingkan periode Januari 2017.

"Untuk membuka rekening tabungan kami cukup murah, hanya Rp 50 ribu sudah dapat buku dan tabungan. Kemudian tidak ada biaya administrasi yang lainnya," ujar dia.

Pihaknya menyasar lembaga pendidikan untuk penghimpunan dana melalui payroll, pembayaran SPP online, dan cash management.

Sejumlah sekolah pendidikan berbasis Islam, di antaranya sekolah Muhammadiyah menjadi sasarannya untuk bekerjasama.

"‎Selain menjadi fokus penghimpunan DPK, penyaluran kreditnya juga untuk tahun ini difokuskan ke pendidikan dan kesehatan," jelas dia.

Dijelaskannya, target penyaluran kredit di tahun 2018 itu juga bisa mencapai Rp 125 miliar, atau meningkat 100 persen dibandingkan 2017 lalu.

"‎Meskipun tahun ini disebut tahun politik, kami rasa terhadap penyaluran kreditnya tidak ada masalah. Karena kami fokus ke pendidikan dan kesehatan yang tidak berhubungan dengan kondisi politik," ujar dia.(*)

Penulis: raka f pujangga
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help