COBALAH! Deteksi Dini Kanker Bisa Pakai Gadget Lho, Begini Caranya

Deteksi Dini Kanker Bisa Pakai Gadget Lho. Aplikasi tersebut dapat diunduh secara gratis melalui Google Play Store.

COBALAH! Deteksi Dini Kanker Bisa Pakai Gadget Lho, Begini Caranya
tribunjateng/hermawan handaka
Seorang mahasiswa sedang mencoba aplikasi Deteksi Dini Kanker. Melalui aplikasi itu, masyarakat kini mudah untuk mengetahui berbagai informasi tentang potensi, gejala, maupun pendeteksian dini terhadap penyakit yang tergolong mematikan, Kamis (8/2). (Tribun Jateng/ Hermawan Handaka) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Deni Setiawan

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pada Februari 2018 ini, Perhimpunan Hematologi-Onkologi Medik Penyakit Dalam Indonesia (Perhompedin) Cabang Semarang meluncurkan aplikasi untuk pendeteksian dini terhadap penyakit kanker.

Aplikasi yang dimaksud itu bernama Deteksi Dini Kanker. Aplikasi tersebut dapat diunduh secara gratis melalui Google Play Store. Setelah berhasil diunduh, masyarakat dapat masuk ke kolom bertuliskan Deteksi Dini atau Informasi.

“Untuk yang kolom Deteksi Dini, dalam aplikasi itu ada empat pilihan. Yakni untuk deteksi dini kanker paru, kanker payudara, kanker mulut rahim, atau kanker usus. Setelah dipilih, silakan ikuti dan jawab pertanyaan demi pertanyaannya,” kata Ketua Umum Perhompedin Cabang Semarang dr C Suharti.

Kepada Tribunjateng.com, Kamis (8/2/2018), dia mengutarakan, dari pilihan jawaban di tiap pertanyaan yang tersaji itu, tak selang beberapa lama pihaknya akan memberikan beberapa rekomendasi, informasi, atau arahan apa yang semestinya maupun yang perlu dilakukan segera.

“Selain itu, kami juga sediakan menu informasi di aplikasi tersebut. Di antaranya terkait Aksi PHBS dan Cerdik, alur pemeriksaan IVA, cara mengurangi risiko kanker, CT scan dosis rendah, penyakit menular seksual, skrining kanker, hingga prosedur colok dubur. Semua tersaji lengkap dan mudah dipahami pembacanya,” tandasnya.

Suharti menyampaikan, adapun tujuan pihaknya membuat dan menyebarluaskan aplikasi itu kepada masyarakat adalah untuk membantu pemerintah maupun Yayasan Kanker Indonesia (YKI) dalam kampanyekan gerakan peduli serta sadar terhadap penyakit kanker.

“Aplikasi itu kami buat juga sebagai bagian dari keprihatinan. Ternyata Jawa Tengah menduduki peringkat pertama dari jumlah penderita kanker. Kanker yang mendominasi di sini adalah kanker paru dan kanker payudara,” ucapnya.

Atas dasar itu, harapnya, melalui aplikasi yang dikemas secara praktis tersebut dapat semakin memberikan keleluasaan, kesadaran, serta kepedulian masyarakat untuk mendeteksi sejak dini terhadap berbagai kemungkinan maupun potensi kanker.

“Tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk oranglain, baik itu keluarga, tetangga, maupun lingkungan sekitarnya. Ketika informasi sudah mudah didapat ini, angka kematian akibat kanker pun semakin berkurang karena sudah sejak dini sudah bisa dideteksi,” paparnya. (*)

Penulis: deni setiawan
Editor: iswidodo
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved