Enthus Susmono: Politik Kotor? Seni yang Akan Membersihkannya

Pemerintah Kabupaten Tegal kembali menggelar pertunjukukkan seni budaya lokal di Taman Rakyat Slawi Ayu (Trasa), Rabu (8/2/2018).

Enthus Susmono: Politik Kotor? Seni yang Akan Membersihkannya
Tribun Jateng / bare kingkin kinamu

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Bare Kingkin Kinamu
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI - Pemerintah Kabupaten Tegal kembali menggelar pertunjukukkan seni budaya lokal di Taman Rakyat Slawi Ayu (Trasa), Rabu (8/2/2018).

Dalam sambutannya, Enthus Susmono, Bupati Tegal, menganalogikan jika biola dengan jenis senar string memainkan "cak" itu ibarat Sekretaris Daerah (Sekda) dan biola dengan permainan "cuk" yakni para kepala dinas.

Enthus juga menganalogikan musik-musik lain untuk menggambarkan kondisi pemerintah.

Meski berbeda cara memainkannya, tetap dalam satu integritas. Begitu juga dalam pemerintahan.
Setiap kepala dinas memiliki peran masing-masing.

Enthus Susmono, Bupati Tegal, mengimbau meski berbeda peran tetap satu tujuan dan harus bebas dari praktik politik kotor.

"Musik merupakan lautan, jika ada praktik politik kotor seni yang akan membersihkannya," terang Enthus Susmono, Bupati Tegal, saat sambutan.

Dalam acara tersebut terdapat 147 penari yang menampilkan beberapa tari tradisional.

Enthus Susmono dan Umi Azizah hadir dalam kesempatan tersebut.

Mereka mengungkapkan jika kesenian ini merupakan aset kesenian, Pemerintah Kabupaten Tegal menggelar pentas ini untuk melestarikan budaya.

"Kabupaten Tegal memiliki tingkat kesejahteraan nomor dua se-jawa Tengah, jika antar lembaga pemerintahan bisa bersinergi bersama seperti harmoni musik, maka bisa berprestasi tingkat nasional," terang Enthus Susmono, Bupati Kabupaten Tegal. (*)

Penulis: Bare Kingkin Kinamu
Editor: Catur waskito Edy
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved