Inilah Gaun Pernikahan Bohemian Karya Desainer Muda Kota Semarang

Desainer muda kota Semarang kembali mengeluarkan gaun yang selalu sederhana namun terlihat begitu elegan.

Inilah Gaun Pernikahan Bohemian Karya Desainer Muda Kota Semarang
Ist
Gaun Pernikahan Bohemian karya Chinta Dwi Pramesti, desainer muda Kota Semarang yang juga pemenang The new designer Scarf Magazine Jakarta 2014 dan juga Second Winner Muslim Fashion Designer by Creora Jakarta 2015. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Wilujeng Puspita Dewi

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Desainer muda kota Semarang, Chinta Dwi Pramesti kembali mengeluarkan gaun yang selalu sederhana namun terlihat begitu elegan. 

Wanita kelahiran Jepara ini mengembangkan kariernya di kota Semarang, baru-baru ini mengeluarkan busana pernikahan bertema "Bohemian" alias jaman dahulu.

"Bohemian selalu menggabungkan nuansa alami, pedesan, dan vintage ke dalam desain. Seperti ilalang, bunga, daun, dan sebagainya," ucap Chinta kepada Tribunjateng.com, Kamis (8/2/2018).

Tidak jauh berbeda dengan gaun pernikahan Arabian yang Chinta buat pada akhir 2017 lalu, pada tema bohemian kali ini, Chinta lagi lagi lebih memilih menggunakan hiasan tenun troso daripada payet. Payet yang banyak, akan menjadikan gaun terlihat glamaour, rumit dan padat.

"Sekarang dunia fashion 2018 sedang bergerak ke arah gaya yang soft, sederhana namun elegan. Jadi gaun Bohemian ini memang akan menjadi trend tahun 2018 bahkan mungkin sampai beberapa tahun ke depan," ungkapnya.

Diperlukan waktu satu bulan bagi Chinta untuk menyelesaikan satu pasang gaun berbahan dasar brokat tulle dan jas pengantin bertema bohemian tersebut.

Chinta Dwi Pramesti desainer muda Kota Semarang
Chinta Dwi Pramesti desainer muda Kota Semarang (ISTIMEWA)

Agar pernikahan semakin berkesan, Chinta menyarankan untuk memadukan gaun bohemian dengan dekorasi bertema garden, fruit, vintage, bunga, mobil antik dan semacamnya.

"Bohemian ini merujuk pada tema jadoel," beber pemenang The new designer Scarf Magazine Jakarta 2014 dan juga Second Winner Muslim Fashion Designer by Creora Jakarta 2015.

Dilansir dari www.wanttatwedding.co.uk (09/12), kata Bohemian menunjukkan orang-orang daerah Bohemia, Eropa yang meninggalkan kampungnya pada tahun 1.800 untuk hidup bebas. Bohemian cenderung mengacu pada kepribadian yang bebas.

Tidak jauh berbeda dengan yang diungkapkan Chinta, bahwa gaya bohemian ini  mengkolaborasikan antara gaya etnik, hippies dan juga vintage.(*)

Penulis: Wilujeng Puspita Dewi
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help