KEREN! Seluruh ASN Batang Akan Kenakan Pakaian Tradisional Tiap Tanggal 8

Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti apel pagi di lingkungan Pemkab Batang mengenakan pakaian adat.

KEREN! Seluruh ASN Batang Akan Kenakan Pakaian Tradisional Tiap Tanggal 8
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti apel pagi di lingkungan Pemkab Batang mengenakan pakaian adat. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Puluhan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang mengikuti apel pagi di lingkungan Pemkab Batang mengenakan pakaian adat.

Para ASN tersebut mengenakan pakaian adat khas Jawa lengkap dengan blongkon yang dipadukan kain batik.

Dikatakan Bupati Batang Wihaji penggunaan pakaian adat bagi para ASN dimulai Kamis (8/2/2018).

Pasalnya pihaknya mendasar pada Surat Edaran Bupati nomor 061/0279 tahun 2018 tentang pakaian seragam dinas, dan tanggal 8 dipilih karena bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Batang.

“Selain melestarikan batik dan pakaian tradisional khas Batang, kami juga ingin menggeliatkan dan memajukan Usaha Kecil Menengah (UKM) di Kabupaten Batang terkait produksi batik dan pakaian adatnya," ujarnya.

Wihaji menambahkan penggunaan pakaian adat Jawa tersebut dalam rangka mendukung program kunjungan wisata tahun 2022 dengan tagline Heaven Of Asia serta untuk pengenalan, pembinaan, dan pengembangan nilai - nilai kebudayaan kearifan lokal.

“Penggunaan pakaian tradisional di wajibkan untuk ASN setiap tanggal 8 untuk mendukung program tahun kunjungan wisata 2022, sekaligus untuk melestarikan kebudaya,” Paparnya.

Semantara itu Kepala Bagian Humas Kabupaten Batang Triossy Juniarto menambahkan, Penggunaan Pakaian adat tradisional khas Batang digunakan setiap tanggal delapan, dan apabila jatuh pada hari libur maka, penggunaan pakaian tersebut diundur pada hari kerja selanjutnya.

“Pakaian tradisional untuk wanita yaitu pakaian kebaya dengan bawahan kain batik khas Batang, sedangkan untuk laki-laki menggunakan atasan polos model beskap, celana warna gelap dan nyamping kain bhatik khas Bhatang serta atribut lengkap seperti blangkon,” terangnya.

Penggunaan pakain adat tersebut berlaku untuk semua ASN di jajaran Pemerintahan Kabupaten Batang, dan bagi ASN yang tidak mengindahkan surat edaran Bupati tentang penggunaan pakaian adat tradisonal khas Batang akan di kenakan teguran.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help