TribunJateng/

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Minta Penutupan Sungai di Genuk Dievaluasi

Menurutnya, tidak kunjung surutnya banjir karena pembendungan hilir tiga sungai di daerah tersebut.

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang Minta Penutupan Sungai di Genuk Dievaluasi
TRIBUNJATENG/DANIEL ARI PURNOMO
Jalan raya Kaligawe di Genuk masih tergenang, 7 Februari 2018 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, M Zainal Arifin

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Agung Budi Margono, menyoroti banjir yang sudah 12 hari merendam jalan dan beberapa rumah di Genuk, Kota Semarang.

Menurutnya, tidak kunjung surutnya banjir karena pembendungan hilir tiga sungai di daerah tersebut.

Ketiga sungai tersebut yakni Sungai Sringin Lama, Sringin Baru dan Tenggang. Agung meminta agar pembendungan tersebut dievaluasi agar air banjir di Genuk bisa masuk ke laut.

"Sudah ada masukan dari akademisi kalau penutupan tiga sungai itu tidak tepat. Karena Pemerintah sendiri tidak memiliki kecukupan kapasitas pompa. Nah itu harusnya bisa dihitung secara teknis," kata Agung, Kamis (8/2/2018).

Baca: Ini Alasan Penutupan Hilir Tiga Sungai di Genuk Kota Semarang

Terkait penghitungan teknis, katanya, bisa diketahui berapa debit air banjir yang menggenangi wilayah Genuk dan berapa debit rob air laut. Jika terjadi kesalahan dalam penghitungan teknis ini, dampaknya banjir masih menggenang.

"Karenanya kami meminta pemerinta mengevaluasi itu. Makanya sekarang satu bendungan sudah dijebol untuk memastikan aliran banjir lancar. Mungkin ada mekanisme yang lebih tepat agar rob dan banjir ini bisa dikendalikan," ucapnya.

Ia menambahkan, jumlah pompa yang dikerahkan dalam menanggulangi banjir juga menentukan. Apalagi saat ini baik dari jumlah maupun kapasitas pompa, dikatakan masih minim.

Karena itu, ia mendesak dilakukan percepatan normalisasi sungai Sringin dan Tenggang dan pembuatan DAM untuk mengendalikan banjir dan rob yang selalu merendam jalur pantura Kota Semarang.

"Sumber persoalan utamanya itu kan robnya. Kalau pemerintah bisa melakukan percepatan penanganan banjir itu harusnya fokus pada percepatan penanganan robnya dengan mempercepat pembangunan DAM," ucapnya.

Dikatakannya, dari semua program unggulan kepemimpinan Hendrar Prihadi-Hevearita Gunaryanti Rahayu, harusnya penanganan banjir menjadi prioritas utama. Tidak bisa dipungkiri jika banyak daerah di Kota Semarang rawan banjir.

"Pemkot sudah punya dokumen perencanaan dalam bentuk Perda, yaitu Perda Nomor 7/2014. Lha Perda itu yang harusnya menjadi quality performance indicator (QPI)," tandasnya.(*)

Penulis: m zaenal arifin
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help