Bupati Batang Ingin Upacara Adat Dikemas dan Dapat Dijadikan Destinasi Wisata

Bupati Batang, Wihaji berharap ke depan kegiatan upacara adat bisa dikemas lebih meriah untuk menarik pengunjung wisata.

Bupati Batang Ingin Upacara Adat Dikemas dan Dapat Dijadikan Destinasi Wisata
TRIBUN JATENG/BUDI SUSANTO
Bupati Batang Wihaji saat mendatangi Desa Pesalakan Kecamatan Bandar Kabupaten Batang, Sabtu (10/2/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Budi Susanto

TRIBUNJATENG.COM, BATANG - Upacara adat Naluri Jumadil Awal Sampar Banyu atau jamasan pusaka di Desa Pesalakan Kecamatan Bandar Kabupaten Batang akan diinventaris olek Pemkab.

Adapun jamasan benda pusakan berupa linggis dan gamelan di areal persawahan di desa tersebut bisa dijadikan destinasi wisata yang sejalan dengan program Pemkab yaitu Heaven of Asia.

Dikatakan Kepala Desa Pesalakan Rapini, kegiatan adat tersebut dilaksanakan rutin setiap setahun sekali sebagai wujud rasa syukur kepada sang pencipta, Sabtu (10/2/2018).

"Banyak bantuan Pemkab yang sudah turun guna membantu kegiatan jamasan, di antaranya bantuan operasional paguyuban tingkat RT, jika memang kegitan yang ada di desa mau dijadikan destinasi wisata kami sangat bersyukur," ujarnya.

Baca: Ini Yang Akan Dilakukan Pemkab Terkait Kekurangan Tenaga Medis di RSUD Batang

Bupati Batang, Wihaji berharap ke depan kegiatan upacara adat bisa dikemas lebih meriah untuk menarik pengunjung wisata, serta memupuk silaturahmi masyarakat.

"Kami selalu berdoa semoga warganya guyub rukun, apalagi masih ada budaya seperti yang ada di Desa Pasalakan, kami yakin masyarakat bisa semakin guyup," paparnya.

Dalam kesempatan tersebut Wihaji juga menyampaikan program Pemkab yang mulai 2018 Ketua RT akan mendapatkan dana operasional sebesar Rp 100 ribu setiap bulan.

"Selain itu bantuan santunan kematian juga sudah berjalan pada November tahun lalu dengan anggaran setiap warga kurang mampu yang keluarganya meninggal mendapatkan Rp 1 juta," imbuhnya.

Wihaji menghimbau agar masyarakat taat membayar PBB dikarenakan pajak tersebut akan dikembalikan ke desa dalam bentuk hibah maupun bangunan kepada masyarakat.

"Pajak PBB juga bisa berupa bantuan bantuan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk itu ayo bayar pajak tepat waktu, dan silakan warga mengajukan bantuan RTLH sebesar Rp 10 juta setiap rumah," pungkasnya.(*)

Penulis: budi susanto
Editor: suharno
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved