Rutin Ikut Yoga, Lita Tak Lagi Rasakan Keluhan Sering Pusing dan Keram

Hal lain yang membuatnya rutin mengikuti yoga karena gerakannya tidak membosankan

Rutin Ikut Yoga, Lita Tak Lagi Rasakan Keluhan Sering Pusing dan Keram
Tribunjateng.com/Hermawan Endra
Lita Sari terlihat serius mengikuti gerakan tubuh instruktur saat mengikuti special class yoga di Elise Ledies Gym, Sabtu (10/2). Duduk tegak bersila, kedua bola matanya tertutup penuh konsentrasi menuruti perintah. 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Hermawan Endra Wijonarko

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Lita Sari terlihat serius mengikuti gerakan tubuh instruktur saat mengikuti special class yoga di Elise Ledies Gym, Sabtu (10/2). Duduk tegak bersila, kedua bola matanya tertutup penuh konsentrasi menuruti perintah.

Sudah sejak tahun 2006, Lita rutin mengikuti yoga. Banyak manfaat yang ia rasakan, seperti badan selalu bugar, keluhan pusing kepala serta keram di bagian kaki pun kini hilang.

"Saya dulu sering punya keluhan keram, pusing dan setiap dua minggu sekali panggil tukang pijat karena mungkin aktifitas kerja. Berjalan dua bulan ikut Yoga, sudah bisa merasakan perubahan. Badan terasa segar dan keluhan-keluhan tidak pernah lagi saya rasakan,"ujarnya.

Menurut Lita, tidak hanya manfaat jasmani yang ia rasakan melainkan juga kesehatan rohani. Emosinya lebih terkendali sehingga tidak mudah marah.

"Lebih bisa mengendalikan diri. Mungkin karena gerakan yoga cenderung lebih tertata yaa, jadinya menular di kehidupan sehari-hari. Jika ada masalah difikir dulu sebelum ke luar mulut jadi lebih bisa ngerem emosi," imbuhnya.

Wanita berusia 44 tahun ini bercerita, awalnya ia mengenal yoga secara kebetulan. Saat itu Lita sedang asyik fitness di salah satu pusat kebugaran dan melihat sekumpulan orang sedang melakukan gerakan Yoga. Karena penasaran Lita pun ikutan gabung.

Kini dalam seminggu Lita melakukan yoga dua hingga tiga kali. Gerakan favoritnya pigeon pose karena otot badan seluruhnya terasa seolah-olah dipijat. Hal lain yang membuatnya rutin mengikuti yoga karena gerakannya tidak membosankan.

Instruktur yoga profesional, Ading Helmi menambahkan, gerakan yang diberikan kali ini cenderung lembut. Disesuaikan dengan tema fearless aging through yoga atau mempersiapkan diri menghadapi penuaan tanpa rasa cemas.

"Sebab, usia 40 tahun ke atas hormon kacau. Sebab mereka mengalami kondisi psikologis menghadapi penuaan. Jika hormon kacau maka menyebabkan stres dan mudah uring-uringan," imbuhnya.

Halaman
12
Penulis: hermawan Endra
Editor: muslimah
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help