Anna Santosa Cari Bibit Atlet Berkuda Untuk Djiougo Series 2 Tingkat Nasional

Santosa Stable mengadakan pertandingan persahabatan berkuda yang pesertanya adalah murid yang belajar berkuda di tempatnya.

Anna Santosa Cari Bibit Atlet Berkuda Untuk Djiougo Series 2 Tingkat Nasional
TRIBUN JATENG/DHIAN ADI PUTRANTO
Seorang peserta menunggangi kuda dalam perlombaan persahabatan berkuda di Santosa Stable pada Minggu (11/2) 

Laporan Wartawan Tribun Jateng, Dhian Adi Putranto

TRIBUNJATENG.COM, KENDAL - Untuk mencari bibit atlet berkuda yang akan dilombakan pada perlombaan berkuda Djiougo Series 2 tingkat nasional, Santosa Stable mengadakan pertandingan persahabatan berkuda yang pesertanya adalah murid yang belajar berkuda di tempatnya.

Perlombaan persahabatan yang didukung oleh Kospin Sekartama Kendal, Terapi Organik Zoey dan Amidis serta Resto 3 durian ini dilakukan sejak tanggal 9 hingga tanggal 11 Februari. Tak hanya mendatangkan peserta dari wilayah Semarang sekitar, bahkan dari luar kota semarang pun juga hadir dalam perlombaan ini.

Anna Santosa, pemilik Santosa Stable menuturkan sebenarnya perlombaan ini ditujukan untuk internal saja agar para muridnya dapat merasakan atmosfer ajang perlombaan berkuda yang sebenarnya. Namun ia menilai pihak eksternal pun perlu juga dilibatkan dalam perlombaan ini.

"Jadi ini memang sengaja kami persiapkan untuk perlombaan ini agar para murid kami siap untuk berlomba Djiougo series 2 di Sentul pada akhir Februari. Nantinya murid kami semua akan kami ajukan untuk perlombaan tingkat nasional itu" tutur Anna

Dibalik kelihaian para peserta perlombaan mengendarai kuda, terdapat seorang peserta yang terbilang sangat muda. Namanya adalah Sarah Amalia Sulton. Usianya terbilang sangat belia yaitu 8 tahun.

Meski usianya masih belia ia tak canggung saat melenggak-lenggokan kudanya didepan para juri.

"Sama sekali tidak (gerogi) saat naik kuda tadi" ujarnya sambil bergeleng-geleng pertanda tidak.

Sulton, ayah sarah menuturkan anak yang masih duduk di bangku kelas dua Sekolah dasar ini sudah jatuh cinta dengan kuda sejak usia 4 tahun.

"Sejak kecil. Sarah sudah suka dengan kuda. Saya melihat ini merupakan bakat anak saya maka dari itu saya dukung bakat dia itu. Di rumah kami juga ada kuda," tandasnya.(*)

Penulis: Dhian Adi Putranto
Editor: galih permadi
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR
TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help